Mengaku Berhubungan dengan Istrinya, Dibunuh Pakai Linggis

16
Mengaku Berhubungan
Mengaku berhubungan dengan istrinya, dibunuh pakai linggis. Sus & Ju

SergaiIntipnews.com:Mengaku berhubungan dengan istrinya, dibunuh pakai linggis. Kematian Lukman alias Tompel [29] yang ditemukan tergantung di plafon dapur terungkap. Korban Tompel dibunuh oleh Ju alias Ka [50], setelah korban mengaku berhubungan dengan istrinya.

Peristiwa ini terjadi di Dusun 10 Desa Paya Pinang, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdangbedagai [Sergai], Sumatera Utara. Tompel dibunuh Ju, warga Kelurahan Deblot Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi dengan dibantu istrinya Sus [44].

“Pasangan suami istri [Pasutri] ini telah ditetapkan sebagai tersangka,” tukas Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso, Minggu [4/7/21]. Awalnya pelaku Ju bersama istrinya datang ke rumah korban. Pelaku mempertanyakan informasi yang menyebut korban berhubungan dengan istrinya.

Mengaku berhubungan dengan Istrinya, dibunuh pakai linggis. Diungkap Agus korban mengakui hubungan dengan istrinya membuat pelaku marah lalu terjadi perkelahian yang kemudian berhasil dilerai warga. Keduanya kemudian berpisah. Korban sempat bertemu dengan temannya Efri dan menceritakan dia baru berkelahi dengan Ju alias Ka.

Bertemu Menteri Ceko

Pelaku pulang ke rumahnya mengambil linggis dan kembai bersama istrinya mendatangi korban. Pelaku menemukan korban di belakang rumah di areal kebun ubi. Dia langsung dipukul pelaku dengan linggis mengenai kepala dan dada. Memastikan korban telah meninggal, pasutri ini mengangkat korban ke dalam rumah. Selanjutnya korban digantung seolah-olah bunuh diri. “Kini pasutri bersama barang bukti linggis diamankan di Mapolres Tebingtinggi,” katanya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, jenazah Tompel saat ditemukan posisi korban dalam keadaan telungkup dengan leher terikat tali. Seorang warga Efri mengatakan, korban sempat bertengkar mulut dengan temannya. Tak lama Efri terkejut melihat korban telungkup dalam keadaan tidak bergerak saat ia hendak mengantar nasi ke rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB.

Selanjutnya informasi diteruskan ke polisi. Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso bersama Kapolsek Tebingtinggi dan sejumlah anggota kemudian datang ke lokasi TKP. Dugaan sementara, pemuda tersebut meninggal gantung diri. Sebab di bagian atas dapur rumah petugas ditemukan ikatan tali yang terputus di bagian tengah. “Kuat dugaan korban meninggal akibat gantung diri. Karena talinya tidak kuat, maka ikatannya terputus,” ujar Kapolres, Kamis [1/7/21].