Mengatasi Banjir Medan, Jaya Arjuna: Ini Teknologinya

0
88
Ilustrasi. Banjir di Kota Medan & Jaya Arjuna [inzet]

MedanIntipnews.com:Pakar lingkungan Sumatera Utara Jaya Arjuna merasa perlu mengungkap teknologi untuk mengatasi banjir di Kota Medan yang bertahun lamanya diakibatkan sumbat saluran air, ini teknologinya.

“Jadi Medan sebagai kota metropolitan, janganlah lagi memakai cara-cara kampungan skop dan cangkul untuk mengorek drainase yang tumpat. Gunakan teknologi,” ungkap Jaya arjuna beberapa hari lalu. Kini, menurutnya, inilah sebagian teknologinya yang dibutuhkan, sebagaimana dituturkannya Senin 10 Mei 2021 kepada Intipnews.com.

Dikatakan Jaya, kalau mengorek drainase yang tersumbat di daerah yang tertutup tidak bisa menggunakan skop dan cangkul. Semestinya harus menggunakan Dredging Pump [pompa keruk], Slurry Pump [alat sedot dan pompa korek]. Melalui pompa-pompa bertekanan tinggi yang mampu menyedot dan mengumpulkan sedimen serta pengangkut sedimen.

Selanjutnya, Jaya Arjuna yang alumni Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara [USU] ini, mulai menyinggung teknis pekerjaan menggunakan alat-alat teknologi, yang tidak hanya sekadar menggunakan skop dan cangkul.

“Pompa yang digerakkan langsung oleh operator bisa digunakan untuk menjangkau tumpukan sedimen dalam saluran drainase tertutup. Pada setiap lokasi pekerjaan harus disorot dengan lampu penerang dan dipantau melalui rekaman kamera,” ujarnya.

Selain menggunakan pompa yang bekerja di badan air, lanjutnya Jaya, pengangkatan sedimen dapat dilakukan menggunakan pompa sedot yang bekerja di luar badan air. Pengerukan dan penyedotan dilakukan dengan menempatkan ujung pipa hisap pada lokasi sedimen yang akan diangkat, dan harus diarahkan oleh operator.

“Dredging Pump dan Slurry Pump yang dioperaskian dalam badan air. Pada ponton dengan ukuran yang sama dapat dirakit Dredging Pump maupun Slurry Pump. Yang paling perlu diperhatikan adalah dudukan pompa pada Ponton,” tutur Jaya dengan senyum, sambil menyebut, ini kalau mau serus mengatasi banjir Medan ini.

Masih Jaya Arjuna menjelaskan, teknologi ini, selain menggunakan pompa yang bekerja di badan air, pengangkatan sedimen dapat dilakukan menggunakan pompa sedot yang bekerja di luar badan air.

“Pengerukan dan penyedotan dilakukan dengan menempatkan ujung pipa hisap pada lokasi sedimen yang akan diangkat, dan harus diarahkan oleh operator. Dredging Pump dan Slurry Pump yang dioperaskian dalam badan air. Ini dia, jadi bukan asal perintah-perintah saja,” tutup Jaya Arjuna.

  • Itp-17