Mengintip Eksplorasi Limbah Organik di Jaring Halus Langkat

70
Mengintip Eksplorasi
Mengintip Eksplorasi Limbah Organik. Fuad Erdansyah dengan latar belakang Desa Jaring Halus

Intipnews.com:MENGINTIP Eksplorasi limbah organik di Desa Jaring Halus Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Desa Jaring Halus, adalah desa nelayan yang ketergantungan hidup pada sumber daya laut. Merupakan kehidupan yang sudah berlangsung sejak tahun 1917 turun temurun hingga kini.

Perjalanan panjang membuat Desa Jaring Halus cukup dikenal masyarakat khususnya di Sumatera Utara, sebagai penghasil ikan Cerbung [ikan kering tawar], dan udang. Desa Jaring Halus berada di muara sungai pertemuan dengan laut lepas.

Kondisi ini membuat Desa Jaring Halus sering mendapat kiriman limbah-limbah organik berupa kayu maupun bambu yang terbawa arus sungai menuju ke laut. Berbagai jenis kayu maupun ranting dari hutan bakau [mangrove] yang terkikis air kerap terhampar di bibir pantai ketika air pasang surut.

Limbah kayu, bambu dan sejenisnya inilah merupakan bahan utama untuk di-ekplorasi jadi berbagai macam barang-barang souvenir, maupun barang fungsional seperti meja kursi dan hiasan lainnya. Termasuk dengan ragam kulit dari hewan organik laut, seperti kulit kerang, Citing sejenis kepiting dengan diameter 10 s/d 15 cm.

Limbah ini umumnya dikembangkan oleh para anak muda Karang Taruna Desa Jaring Halus. Namun menurut Nopijal [35], kemampuan mereka baik pengetahuan desain dan keterampilan masih sangat terbatas. Sehingga limbah tersebut tidak dapat dioptimalkan menjadi barang-barang cenderamata yang artistik dan menarik.


Pertemuan Fuad Erdansyah dengan Kepala Desa Haji Usman, dan Ketua Karang Taruna Nopijal dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat LPPM Unimed, di Desa Jaring Halus, Langkat, Juni 2021

Padahal Desa Jaring Halus kerap dikunjungi oleh masyarakat luar baik untuk mengunjungi sanak famili, memancing, maupun berwisata ke daerah tersebut. Pimpinan komunitas Karang Taruna, Nopijal sangat berharap, peran pihak-pihak luar baik dari kampus maupun praktisi dapat berkontribusi meningkatkan keterampilan mereka. Membagi pengetahuan kepada mereka dalam mengembangkan desain cenderamata. Dengan harapan dapat membantu peningkatan ekonomi warga Desa Jaring Halus.

Dari hasil survey Dosen Seni Rupa Universitas Negeri [Unimed] Medan Fuad Erdansyah, terdapat beberapa permasalahan pada kelompok pemuda Karang Taruna Jaring Halus. Terbatasnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengembangan desain kerajinan cenderamata dengan memanfaatkan bahan limbah organik itu.

Juga keterbatasan pengetahuan mitra dalam mengelola, bahan limbah organik mulai dari desain hingga menjadi prototipe cenderamata. Hal inilah yang kemudian mendorong Fuad Erdansyah mengajukan Program Kegiatan pada masyarakat melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat [LPPM] Unimed.