Menteri KKP Edhy Prabowo mengenakan rompi tersangka warna oranye dan dibergol sebelum dijebloskan ke sel tahanan KPK. Foto Istimewa

Transfer Rp 3,4 M keperluan Edhy Prabowo, istrinya [IRD], Saf dan APM, belanja barang mewah. Sekitar Rp750 juta beli jam tangan Rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy,…” ujar Wakil Ketua KPK

Jakarta-Intipnews.com:Menteri Kelautan dan Perikanan [KKP] Edhy Prabowo resmi dijadikan tersangka oleh KPK dan langsung dilakukan penahanan, atas dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan perizinan tambak yang ia lakukan.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kamis 26 November 2020, usai konferensi pers dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] Kamis dini hari, dia menyatakan segera mengundurkan diri dari menteri KKP. Edhy juga menyampaikan permohonan maaf kepada presiden Joko Widodo, ketua umum partai Gerindra Prabowo Subiyanto, keluarga, hingga rakyat Indonesia.

“KPK menetapkan tujuh orang tersangka sebagai penerima EP [Edhy], SAF, APM, SWD, AF, AM. Sebagai pemberi, SJT,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu [25/11] malam. Edhy Prabowo diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan perizinan tambak, usaha dan pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020.


Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK Rabu [25/11] dini hari di Bandara Soekarno-Hatta saat kembali dari Amerika Serikat [AS]. “Saya akan bertanggung jawab penuh dunia dan akhirat,” ujar Edhy.

Dalam perkara ini, Edhy selaku Menteri KKP pada 14 Mei 2020 menerbitkan Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas [Due Diligence] Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.


TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini