Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Simanjuntak merekomendasikan agar bangunan mengganggu warga itu dirubuhkan. Dan akan rapat lanjutan dengan pihak terkait…

Medan-Intipnews.com:Merasa ditindas dan dizalimi pihak pengembang, ratusan warga Pasar 5 Kampung Lalang Komplek Tionghoa mengadu ke Komisi 4 DPRD Medan [foto]. Selama bertahun-tahun warga merasa diintimidasi.

Demikian disampaikan Teklim mewakili warga Jalan Pinang Baris 2 Komplek Tionghoa Pasar 5, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal di hadapan Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Simanjuntak dan anggota Daniel Pinem, Hendra DS, Dame Duma Hutagalung serta Dedy Anshari, Selasa 1 September 2020.

“Selama tujuh tahun kami terus diintimidasi pihak pengembang. Banyak warga setempat diancam dan dilaporkan ke polisi, dengan tuduhan yang tak bisa dibuktikan sehingga warga tak lagi merasa nyaman,” ujar Teklim.

Menurut Teklim, berawal dari pengembang memindahkan parit 1 meter hingga ke pinggir jalan umum pemilik 11 rumah toko [ruko]. Akibatnya bila hujan turun, banjir langsung masuk ke rumah warga.

Sebelumnya, katanya, jalan bisa dilalui 2 mobil yang berselisih, dan bisa parkir. “Namun kini, jalan hanya bisa dilalui untuk 1 mobil saja. Parahnya lagi, pemilik bagunan menembok hingga ke badan jalan selebar hampir 1 meter, sehingga jalan ke Gang Lapangan menjadi sempit. Kesalnya warga, saat diperingatkan pemilik bangunan malah menantang warga.

Mendengar keluhan warga tersebut Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Simanjuntak merekomendasikan agar bangunan tersebut dirubuhkan. Dan akan melakukan rapat lanjutan dengan pihak terkait.

“Tidak adanya IMB, artinya bangunan itu liar dan merugikan Pemko Medan. “Pemko Medan tidak mendapatkan PAD dari IMB yang seharusnya diurus,” tukasnya.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Daniel Pinem menyebutkan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang [PKPPR] Kota Medan harus turun ke lapangan memeriksa bangunan bermasalah itu. Kalau memang tidak ada IMB-nya, Pemko Medan harus tegas dengan merubuhkan bangunan itu. *Itp-03

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini