Merokok di Tempat Terlarang di Medan, 18 Warga Didenda Rp 410 Ribu

0
46
Suasana sidang melanggar kawasan tanpa rokok [KTR] langsung didenda di tempat

Medan-Intipnews.com:Sebanyak 18 warga harus menjalani persidangan lapangan karena terbukti melanggar Peraturan Daerah [Perda] No.3/2014 tanggal 30 Januari 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok [KTR], langsung dilakukan sidang lapangan Kamis 28 November 2019, dan didenda Rp 410 ribu.

Juga melanggar Peraturan Walikota Medan No.35/ 2014 tanggal 17 Juli 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No.3 /2014 tentang KTR. Sidang dilakukan di halaman parkir Masjid Raya Al Mashun, Kamis 28 November 219.

Persidangan lapangan dilakukan karena warga yang umumnya pria itu kedapatan merokok ditujuh lokasi yang telah ditetapkan menjadi KTR. Warga yang melakukan pelanggaran tersebut juga divonis majelis hakim untuk membayar denda Rp 410 ribu.

Uang denda yang berhasil dikumpulkan dalam sidang lapangan tersebut, seluruhnya akan diserahkan ke kas negara. Sebelum persidangan lapangan ini, Pemko Medan telah melakukan sosialisasi agar warga tidak merokok di tujuh lokasi sesuai Perda No.3/2014.

Perokok Pasif Lebih Berbahaya

Ada pun tujuh lokasi tersebut yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum. Dari penyisiran yang dilakukan, tim berhasil mendapati 18 warga yang kedapatan merokok di areal KTR.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara warga dengan tim, sebab warga menolak untuk ditindak sesuai dengan sanksi yang ada dalam Perda dan Perwal KTR tersebut. Mereka beralasan tidak tahu karena belum ada pemberitahuan maupun sosialisasi sebelumnya.

“Kita bukan melarang warga untuk merokok, mereka harus merokok di luar lokasi KTR demi menjaga ketertiban sekaligus melindungi kesehatan warga yang tidak merokok. Sebab, perokok pasif lebih berbahaya dibandingkan perokok aktif,’’ tukas petugas.

  • Laporan Roni Neliati
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini