Meugang Idul Adha, Daging di Aceh Rp180 Ribu

10
Meugang Idul Adha
Meugang Idul Adha di Aceh, harga daging Rp180.000 perkilogram . Foto Istimewa

AcehIntimnews.com:Meugang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah di Aceh, harga daging Rp180 ribu perkilogram. Di Banda Aceh sebagaimana di-publish media massa, Senin, 19 Juli 2021 jelang hari raya Idul Adha, harga daging sapi sudah melonjak Rp180 ribu perkilogram.


Kenaikan harga daging di Aceh tidak mengurangi antusias warga membeli daging dan aktivitas penjual daging di pasar. Seperti Peukan Pidie, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Kendati di masing-masing daerah harga daging sapid an kerbau bervariasi, di antara Rp160 ribu, Rp170 ribu dan Rp180 ribu. Sedang di hari-hari biasa Rp140 ribu dan Rp150 ribu perkilogram.

Dilansir Mediaindonesia, “Harga kerbau bisa mencapai Rp32 juta per ekor dan sapi lokal yang ukurannya langsing juga mencapai Rp20 juta,” tutur Abdullah, penjual daging di pasar Peukan Pidie. Di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur harga daging sapi pada mameugang hari pertama Rp170.000 per kg.


“Apalagi pada mameugang Idul Adha seperti ini, harga kerbau atau sapi cukup tinggi karena bersamaan waktu dengan kebutuhan hewan kurban,” tutur Fadli, dokter hewan yang juga pengamat masalah pasar daging di Aceh.

Meugang Idul Adha di Aceh, harga daging Rp180.000 per-kg. Harga itu hampir sama juga di Kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Hanya, warga kota Banda Aceh dan Aceh Besar lebih suka mengkonsumsi daging sapi.

Berbeda dengan masyarakat Kabupaten Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulyssalam, dan Kabupaten Aceh Singkil lebih laris daging kerbau. “Aceh Bagian Timur, Utara, Banda Aceh, dan Aceh Besar lebih laris daging sapi. Kalau Pidie dan Aceh bagian barat lebih suka konsumsi daging kerbau,” tutur Fadhli.

Tradisi konsumsi lauk daging dua hari sebelum Lebaran yang dikenal dengan hari mameugang tidak pernah hilang di masyarakar Aceh. Budaya sejak masa kesultanan Aceh sekitar abad 15 masehi itu sengat identik dengan Islam dan rasa sosial antarsesama warga di Serambi Mekkah.