Nias-Intipnews.com:Karena memiliki senjata rakitan jenis pistol dan sebutir peluru aktif, ‘preman kampung’ YW alias Ama Viki [40] ditangkap Polisi Resor Nias, Sumatera Utara [foto].

“YW kita jerat pasal 1 ayat [1] undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” terang Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.Ik, MH di Mapolres Nias, Rabu 20 November 2019.

Kepada media, Kapolres Nias menuturkan jika YW bersama dua rekannya AS dan DW yang kini sedang dititip di rumah tahanan negara diamankan, Sabtu 9 November 2019 di Desa Lauri, Kecamatan Sogae,adu karena menghalangi pembangunan jembatan Lauri di Kabupaten Nias.

Yw dan dua rekannya kerap menekan dan meneror kontraktor serta memaksa agar mempekerjakan mereka sebagai pengawas pada proyek tersebut.

“Karena perintah presiden agar setiap pembangunan dijamin keamanannya, kita langsung mengamankan ketiganya ketika melakukan teror dengan membakar kayu di lokasi proyek,” jelasnya.

Dari masyarakat diperoleh informasi jika YW alias Ama Viki memiliki senjata rakitan, sehingga personil kita membawa tersangka untuk mengambil senjata rakitan yang telah ditanam di belakang rumah di Dusun I, Desa Hilibadalu, Kecamatan Sogae,adu.

Untuk Jaga-jaga Terpaksa Dibeli

“Dari YW alias Ama Viki kita peroleh info jika senjata rakitan dan peluru dibeli satu paket seharga Rp 500 ribu dari seseorang yang kini sedang kita lidik,” ungkapnya.

Tidak lupa dia mengimbau masyarakat atau oknum oknum tertentu untuk tidak mengganggu atau menghalang halangi pembangunan, karena Polisi tidak akan segan segan menindak.

Karena sesuai perintah presiden pada pertemuan di jakarta dengan seluruh Kapolres dan Dandim, Presiden sudah menekankan untuk menjaga keamanan dan kelancaran proses pembangunan di daerah masing masing.

Kepada media, YW alias Ama Viki mengaku membeli senjata rakitan satu paket dengan peluru 1 butir seharga Rp 500 ribu untuk jaga diri sebagai petugas keamanan. Dia juga mengaku tahu jika memiliki senjata rakitan salah, tetapi karena berguna untuk jaga-jaga sebagai petugas keamanan terpaksa dibeli.

  • Laporan Irwanto Hulu

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini