Monolog ‘Pisang Terakhir’, Katalisator di Karya Rizal Siregar

0
170
Aktor Surya Dharma di Pementasan Monolog 'Pisang Terakhir' karya dan sutradara Rizal Siregar. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Pertunjukan Monolog ‘Pisang Terakhir’ karya dan sutradara Rizal Siregar yang diproduksi Teater Imago Indonesia Jakarta, dipentaskan di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki [TIM], Jalan Cikini Raya 73, Jakarta pusat, Sabtu 7 Maret 2020), pukul 19.30 WIB berjalan lancar dan sukses.

Kisah konglemerat papan atas yang dilakoni aktor Surya Dharma ini memberikan tontonan yang menarik. Kisahnya tidak rumit, mudah dicerna dan gamblang. Begitu juga dengan setting dan tata lampunya. Dimana kondisi milenial digambarkan dengan kantongan plastik tergantung membuat suasana menjadi lain.

Pohon Pisang utuh dengan buahnya yang mulai ranum menjadi fokus utama set dekor dengan latar belakang yang hitam kelam penuh menjadi kontras. Tokoh konglomerat papan atas Arya Kamandanuh sudah jenuh menunggu di ruangan VIP sebelum acara peresmian kondominium dimulai.

Dia pun iseng keluar untuk menghirup udara segar. Ketika keluar itulah, cerita dimulai. Tak diduga, ternyata Arya Kamandanuh berada di tanah kelahirannya. Melalui naskah ditulis Rizal Siregar ini menggambarkan kegelisahan anak manusia ketika dirinya menemukan jati dirinya.

Seperti tercermin di Arya Kamandanuh melihat dirinya pada masa kanak-kanak, remaja jadi seorang preman sebelum menjadi kaya raya. Lewat monolog Rizal Siregar katalisator masa lalu dan masa saat seseorang sudah sukses. Lewat pohon pisang, Rizal Siregar mnyimbolkan masa lalu yang begitu cepat diabaikan.

Rizal Siregar mengatakan usai pementasan ‘Pisang  Terakhir’ tidak berhenti di sini, tapi juga akan menggarap teater lainnnya. “Ada sih  rencana untuk menyutradarai teater lagi, tapi saya belum bisa putuskan tentang apa,” kata sutradara yang juga wartawan ini.

Saat ini, kata Rizal Siregar, dia lagi ditawarkan oleh Ketua Umum Persatuan Orang Mini Indonesia [POMI] Djohan Mini untuk menyutradari drama orang mini.