Musuh Wartawan Pengusaha Hitam, Politikus Busuk dan Koruptor

256
Dari kiri ke kanan, Roni Neliati, As Atmadi, Edison Tamba, Karyadi Bakat, Maruli Siregar Nabila Hapsah, Uliansyah Nasution

MedanIntipnews.com:Ingatlah musuh wartawan ada tiga, yaitu pengusaha hitam, politikus busuk dan koruptor. Wartawan yang menyadari literasi jurnalistik, pastilah tahu memposisikan diri terhadap 3 hal ini.

“Kita jadikan semua pengalaman pahit kita selama ini, tidak boleh berulang yang namanya perbuatan-perbuatan zalim di media. Mari kita bersatu mengawal demokrasi beradab,” tandas As Atmadi menyimpulkan hasil bertemu teman-teman, saat berada di dalam mobil yang membawanya pulang, setelah bersilaturahmi.

Masih di suasana lebaran Idulfitri 1442 Hijriyah, sejumlah wartawan Medan, Sumatera Utara yang cukup dikenal kiprahnya, bersama Wartawan Senior As Atmadi kunjungan balasan bersilaturahmi ke kediaman Wartawan Maruli Agusalim Siregar di Kampung Kolam, Deliserdang Minggu 16 Mei 2021.

Ada Karyadi Bakat di situ, Rakyat Asril, Ika Ansari, Nabila Hapsah, Roni Neliati, Amor Cleopatra Octaviani. Menyusul ke kediaman Edison Tamba [Edoy] di Jalan Timun Deliserdang, muncul pula Uliansyah Nasution. Ramai, riuh, saling terbuka, dalam diskusi dadakan erat kaitannya dengan jurnalistik baru masa kini.

Bersamaan menyantap sajian makanan made in Ny Nabila Hapsah Maruli Siregar, pembicaraan mulai mencuat. “Bagi orang-orang yang kuat memiliki sense of jurnalistiknya, diskusi yang mendadak timbul ini menjadi vitamin untuk melangkah lebih maju hidup dalam dunia komunikasi massa yang berubah sangat cepat,” begitu ungkap As Atmadi.

Kalau sebelumnya pada diskusi dadakan episode pertama di kediaman kami, ungkap Ny Roni Neliati Atmadi, terkait ‘Media Literasi Jurnalistik Mumpuni’, di episode 2 ini beragam dan kawan-kawan wartawan juga sangat bersemangat.

“Persaudaran kita pernah bersama di satu media yang mulanya dikelola dengan hati nurani, perlu dijaga dan tetap dipelihara. Istri saya selalu mengingatkan itu, dan mengajak ketemu kawan-kawan serta ketemu Babe As Atmadi,” tutur Karyadi Bakat.

Ada juga yang menyinggung literasi jurnalistik baru persi As Atmadi dan Maruli Agus Salim Siregar. “Pada waktu yang lebih lapang dan ada ruang untuk aplikasi itu akan kita buka lebar-lebar. Ini penting untuk generasi berikut kita,” ujar Maruli Siregar.

Dengan memanfaatkan waktu silaturahmi lebaran ini, Ika Ansari mulai mempertanyakan kepada Direktur Intipnews Berkah Jaya, Roni Neliati tentang cara-cara dan persyaratan verifikasi faktual media oleh Dewan Pers Indonesia.