RDP Komisi 2 DPRD Medan dengan driver ojol Gojek dan Grab

Terhadap driver ojol yang melakukan aksi unjuk rasa, jangan dihukum. Sebab, merupakan hal yang wajar rayat menyampaikan aspirasinya ke dewan perwakilan rakyat [DPRD Medan]…

Medan-Intipnews.com:Nasib mencari nafkah dengan ojek online [ojol] semakin pahit. Sebagaimana disebutkan salah seorang driver ojol, dengan sistem prioritas kerap membuat rekan sesama ojol, dari pagi hingga malam orderan tak masuk ke aplikasi mereka karena bukan termasuk prioritas.

Hal itu muncul dalam rapat dengar pendapat [RDP] Komisi 2 DPRD Medan dengan driver ojol Gojek dan Grab yang tergabung dalam Forum Merah Putih, di ruang badan musyawarah DPRD, Selasa 8 September 2020.

RDP ini lanjutan dari aksi unjuk rasa dilakukan driver ojol Selasa [4/8] di gedung dewan. Pada RDP selain driver ojol, turut dihadiri perwakilan Gojek dan Grab. Dalam RDP tersebut personal ojol mengungkapkan kondisi mereka yang terasa pahit.

Kini kehidupan ojol semakin sulit ditambah aturan-aturan yang terasa merugikan driver ojol. Mereka pun meminta agar aturan yang merugigan supaya dicabut. “Hapus sistem berkat, berikan insentif seperti awal, penyesuaian tarif grab food. Berikan pemerataan orderan,” kata salah seorang driver ojol.

“Dengan sistem prioritas dari jam 6 pagi sampai malam nggak masuk-masuk orderan. Kalau masuk aja satu, sudah suatu anugerah, mau ke Sepiongot pun kami antar, yang penting bisa kasih makan anak istri,” tambah yang lain.

Di RDP juga dipertanyakan sistem asuransi yang diterapkan oleh perusahaan. Sebab , belum lama ini rekan mereka kecelakaan namun tidak ada pertanggungjawaban dari perusahaan.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini