Nawal Lubis: Perempuan Tidak Terkungkung Aturan…

0
14
Ketua TP-PKK Sumatera Utara, Nawal Lubis

Medan-Intipnews.com:Zaman sekarang kaum perempuan tidak lagi terkungkung aturan. Perempuan bisa berkarya, berprestasi, bahkan bisa menjadi pemimpin, dan berkontribusi untuk pembangunan di daerahnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga [TP-PKK[ Sumatera Utara [Sumut], Nawal Lubis ketika membuka secara resmi kegiatan advokasi kebijakan dan pendampingan pelaksanaan pengarusutamaan gender [PUG] di Hotel Grandhika, Jalan Dr Mansyur, Medan, Senin 24 Mei 2021.

“Semua perempuan bisa mengambil peran dalam pembangunan. Untuk itu, kegiatan pengarusutamaan gender ini diharapkan bisa menjadi solusi kesenjangan bagi keterbatasan SDM kaum perempuan. Serta manjadi salah satu prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprovsu],” ujar Nawal.

Dijelaskannya, PUG adalah pendekatan pembangunan pada sektor yang belum mengakomodir pentingnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Menurut Nawal Lubis, ini merupakan strategi yang dilakukan secara rasional, dan sistematis untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender. Berlaku dalam aspek kehidupan manusia, melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan.

Sementara Sekretaris Daerah Provinsi [Sekdaprovsu] R Sabrina yang menyampaikan materi tentang ‘Percepatan Pelaksanaan PUG’ menjelaskan, gender adalah perbedaan peran laki-laki dan perempuan, yang dibentuk oleh budaya masing-masing. Gender bukan hanya sekadar perbedaan jenis kelamin.

Sabrina mencotohkan, peran belanja ke pasar di Indonesia cenderung dilakukan oleh perempuan, tetapi budaya di Arab Saudi, belanja ke pasar umumnya dilakukan para laki laki. “Contohnya juga peran masak memasak, adalah peran siapa? Pasti kita kompak bilang perempuan, padahal laki-laki juga bisa memasak,” ucapnya.

Peran gender bisa dipertukarkan, namun menurut Sabrina, peran kodrat perempuan dan laki-laki tidak bisa ditukarkan. “Misalkan melahirkan, itu kodratnya seorang perempuan, kan tidak bisa anak pertama dilahirkan ibu, terus anak kedua dilahirkan ayahnya,” ucap Sabrina, yang disambut tawa para peserta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak [PPPA] Sumut Nurlela mengatakan, kegiatan PUG yang digelar pihaknya tersebut bertujuan untuk memberikan pemaham, serta untuk meningkatkan koordinasi dan jejaring pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan terkait isu gender, perempuan dan anak.

  • Itp-04