Normalisasi Banjir Medan, Jaya Arjuna: Sebaiknya Sungai Diperdalam

15
Wadhuh! Pemko Medan
Wadhuh! Pemko Medan tak hargai Lansia. Jaya Arjuna

MedanIntipnews.com: Terkait normalisasi banjir Kota Medan yang sedang dipersiapkan Pemko Medan, menurut Jaya Arjuna sebaiknya sungai diperdalam, tidak diperlebar yang konsekuensinya banyak menggusur masyarakat.

Demikian diungkap pengamat lingkungan Jaya Arjuna kepada Intipnews.com, Senin 31 Mei 2021. Mengatasi lancarnya arus air sungai sebagai upaya normalisasi banjir Kota Medan ada dua, memperlebar dan memperdalam. Pilihlah yang tidak berisiko besar.

“Kalau memperlebar sungai banyak sekali risiko orang-orang tergusur dan jembatan-jembatan akan diperpanjang. Paling aman sebenarnya diperdalam saja,” kata Jaya Arjuna.

Hal itu disebutkan pengamat lingkungan, Jaya ini terkait dengan Pemerintah Kota [Pemko] Medan berupaya untuk mengendalikan banjir melalui normalisasi Sungai Babura dan Sungai Bedera.

Walikota Medan Bobby Nasution, sebagaimana di-publish media massa meminta kepada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang [DPKPPR] Kota Medan untuk menyiapkan anggaran. Anggaran itu, sebut dia, nantinya akan digunakan untuk pembebasan lahan yang terkena normalisasi sungai tersebut.

Kadis PKPPR Kota Medan Benny Iskandar menjelaskan, Pemko Medan akan mengalokasikan anggaran senilai Rp 25 miliar. Anggaran tersebut, kata dia, akan digunakan untuk pembebasan lahan. Sedangkan sisa kebutuhannya diminta kepada Pemprov Sumut

Disediakan ganti rugi Rp25 miliar oleh Pemko Medan, menurut Jaya, tidak ada istilah ganti rugi, yang ada istilahnya uang kerahiman. “Dan itu sudah pernah dicoba oleh Pemprovsu tahun 2019 dengan biaya Rp14 miliar, dan gagal,” katanya.

Diungkapkan Jaya, tidak mampu karena orang di bantaran sungai itu sudah memiliki hak milik, sertifikat tanah. Jadi tidak seenaknya digusur. “Sebaiknya lumpur di dasar sungai itu dikorek saja, didalamkan sehingga tak perlu ada penggusuran,” ujarnya

Selain itu dijelaskan Jaya, 50% dari semua sungai yang ada di Medan perlu diperdalam. Sudah ada perhitungannya itu, mana yang perlu diperdalam. Mengapa cara memperdalam tidak dilakukan.

“Tapi memperdalamnya jangan memakai cankul dan sekop. Pakailah alat yang sekarang mudah murah dan gampang. Dan sebaiknya berbagai masukan coba didiskusikan secara terbuka melibatkan para pakar dan akademisi serta warga yang rumahnya bakal tergusur kalau sungai diperlebar,” tutur Jaya Arjuna.

  • Itp-17