Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi & Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Pandjaitan. Foto Istimewa

“Saat ini memang terjadi kurang pasokan listrik di Sumut. Margin  hanya 3,4 persen. Pasokan memang kurang. Di Sei Mangkei memang ada yang mati,…”

Asahan-Intipnews.com:Pelabuhan Kualatanjung di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara [Sumut] dikabarkan terkendala. Sebagaimana di-publish media massa, Gubernur Sumatra Utara [Gubsu] Edy Rahmayadi pun melaporkan berbagai kendala itu kepada Menteri Menteri Koordinator [Menko] Bidang Kemaritiman dan Investasi [Marves] RI Luhut Pandjaitan secara virtual, Rabu [16/9/2020].

Dalam keterangan tertulisnya, Edy mengungkap, kendalanya adalah pembebasan lahan rakyat seluas 1.128 ha. Kemudian, pembebasan lahan 12 kepala keluarga [KK] untuk pembangunan rel kereta api, tingginya harga gas dan insentif perusahaan yang belum dibayarkan. Serta kurangnya pasokan listrik untuk Sumut.

“Beberapa kendala tersebut yang kita sampaikan pada Bapak, kita harapkan untuk segera ditindaklanjuti. Karena mereka sudah bertanya terus Pak,” ucap Edy Rahmayadi kepada Luhut Pandjaitan menyampaikan soal defisit listrik di Sumut. Kondisi ini membuat beberapa investor yang sudah tertarik berinvestasi di Sumut mengurungkan niatnya.

“Listrik untuk rumah rakyat pasokan listriknya cukup. Namun untuk perusahaan di antaranya Korea dan sebagainya tidak mau berinvestasi karena masalah listrik. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dengan listrik ini, kenyataan memang energi listrik kita kurang andal,” kata Edy.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini