Pelajar SD di Nias Ditemukan Membusuk di Kebun Warga

57
Pelajar SD di Nias Ditemukan Membusuk di Kebun Warga

NiasIntipnews: Seorang Pelajar Sekolah Dasar (SD) Sindrondro bernama Fitri Amanda Waruwu (13), ditemukan membusuk di kebun milik Robertus Halawa di Dusun V, Desa Sitolubanua, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Senin (13/9).

“Penyebab kematian korban Fitri Amanda Waruwu (13) belum bisa dipastikan, karena mayat korban harus diautopsi,” terang Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan SIk melalui Ps Paur Humas Polres Nias Aiptu Yanser Hulu, Selasa (14/9).

Menurut Humas Polres Nias, korban yang masih mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Sindrondro, Kecamatan Bawalato meninggalkan rumah sejak Jumat 10 September 2021 sekitar pukul 16.00 WIB.

Karena tak kunjung kembali ke rumah, kakek korban dengan dibantu oleh warga berusaha mencari keberadaan korban. Selama dua hari pencarian korban tak kunjung ditemukan.

Pada pencarian hari ketiga, Senin 13 September 2021 sekira pukul 13.30 WIB, korban akhirnya ditemukan meninggal di kebun milik Robertus Halawa di Dusun V, Desa Sitolubanua Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias.

“Ketika melakukan pencarian pada Senin sekira pukul 13.07 WIB di kebun Robertus Halawa, warga mencium aroma tidak sedap. Setelah ditelusuri sumber aroma tersebut, akhirnya mayat korban ditemukan dan sudah membusuk di dalam parit dan ditutupi rumput serta daun pisang,” ungkapnya.

Usai mayat korban ditemukan, Kepala Dusun V, Desa Sitolubanua Eman Rifyu Halawa melaporkan ke Polsek Bawalato, dan seterusnya personel bersama tim kesehatan dari Puskesmas Bawalato terjun ke lokasi mayat ditemukan.

“Setelah dibawa ke Puskesmas Bawalato untuk divisum, tim kesehatan Puskesmas Bawalato menyarankan mayat korban dibawa ke Rumah Sakit dr Thomsen Nias karena sudah mulai membusuk,” jelas Humas Polres Nias.

Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr Thomsen Nias dan pihak rumah sakit menyarankan mayat korban harus diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, karena mereka kesulitan memastikan kematian korban, karena kondisi mayat sudah mulai membusuk.

“Karena mayat korban sudah mulai membusuk, pihak RS dr Thomsen menyarankan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Untuk saat ini mayat korban dititipkan di RS Thomsen Nias menunggu pelaksanaan autopsi,” ucap Yanser Hulu. * aulia