Pemberhentian Rusdi ‘Tidak Hormat’, PMS Demo Plt Walikota Medan

0
138
Pemuda Merga Silima mendatangi Kantor Walikota Medan untuk mendapat penjelasan pemberhentian Rusdi Sinuraya 'dengan tidak hormat'

Rendward Parapat menyebut, pemberhentian itu tidak ada sedikit pun trik-trik politis oleh Pemko Medan. Begitupun, aspirasi ini akan kita sampaikan ke pimpinan…

Medan-Intipnews.com:Bentuk keperihatinan terhadap pemberhentian ‘tidak hormat’ Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya, Pemuda Merga Silima [PMS] mendatangi kantor Walikota Medan, Kamis 23 Januari 2020.

Unjukrasa damai yang dilakukan lebih mempertanyakan pemberhentian melalui SK Plt Walikota Medan Akhyar Nasution yang ditandatangani oleh [DTO] Sekda Kota Medan Wiriya Allrahman Senin 20 Januari 2020, yang  mereka nilai sarat bernuansa politis.

Untuk itu PMS meminta kepada Plt Walikota Medan akhyar menganulir pemberhentian ‘tidak hormat’ itu. “Kami minta pertimbangan dari Plt Walikota supaya dianulir,” jelas Isra Meliala, karena Plt Walikota  juga ikut dalam pencalonan Walikota Medan.

Hal itu disampaikan Ketua Pemuda Merga Silima [PMS] Isra Meliala kepada Asisten Administrasi Pemko Medan Redwad Parapat yang menerima pengunjukrasa PMS di ruang pers, kantor Walikota Medan.

Isra menilai pemberhentian Rusdi Sinuraya mengandung nuansa politis, karena dalam hal ini Plt Waikota Medan juga ikut dalam bakal calon [Balon] Walikota Medan. “Ada beberapa poin yang perlu kami pertanyakan diantaranya surat itu tidak ada alasan terhadap pemberhentian Rusdi Sinuraya. Bernuansa politis dengan pernyataan ‘tidak hormat’ di SK pemberhentian.

Asisten Administrasi Pemko Medan Rendwad Parapat {baju merah] menerima PMS dan menjawab berbagai pertanyaan terkait pemberhentian Rusdi Sinuraya

Untuk itu, ungkap Isra Meliala agar Plt Walikota memberikan penjelasan terhadap SK pemberhentian itu. Menurutnya, apabia pernyataan sikap ini tidak dijelaskan oleh Plt Walikota Medan, maka kita akan mendatangkan massa sejumlah 3000 orang.

Sementara menurut Asisten Administrasi Pemko Medan Rendwad Parapat yang menerima pengunjukrasa menyebut, pemberhentian tersebut tidak ada sedikit pun trik-trik politis yang dikeluarkan oleh Pemko Medan. “Ini semua sudah melalui proses yang sudah berjalan lama,” ungkap Renward Parapat.

Begitupun, tutur Renward, aspirasi ini akan kita tampung dan kita sampaikan ke pimpinan. “Sebab sudah banyak proses administrasi untuk pengambilan keputusan yang sudah dilaksanakn sesuai dengan aturan-aturan yang ada,” tukasnya.

Renward Parapat menjelaskan, kita tidak mau ini menjadi bumerang pembangunan dan masalah tetap kita tampung.”Kita menerima secara terbuka dan mencari jalan yang terbesar,” ujarnya. Setelah mendapat penjelasan pengunjukrasa damai meninggalkan kantor Walikota Medan.

  • Laporan Roni Neliati

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini