Hakim Medan Tewas di dalam mobil yang ditemukan dalam jurang menabrak pohon kelapa sawit. Foto Istimewa

Medan-Intipnews.com:Hakim Pengadilan Negeri [PN] Medan, Sumatera Utara, Jamaluddin dipastikan menjadi korban dari pembunuhan berencana. Hal itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah [Polda] Sumatera Utara Irjen [Pol] Agus Andrianto kepada media mengenai perkembangan kasusnya.

“Sudah pasti ini pembunuhan terencana,” ujar Agus saat kepada wartawan di Rumah Sakit [RS] Bhayangkara Medan, Sabtu 14 Desember 2019. Sementara Kepala Bagian Penerangan Umum [Kabagpenum] Polri Kombes [Pol] Asep Adi Saputra mengatakan, pihak penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

“Sudah ada 29 saksi yang diperiksa, tetapi kami masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut. Nanti secepatnya akan diberikan kabar bila ada perkembangan lebih lanjut,” ujar Asep di Auditorium STIK PTIK, Jakarta Selatan, Jumat [13/12/2019.

Diketahui, Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Jumat [29/11] siang.

Jasad korban ditemukan warga di dalam satu mobil warna hitam merek Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor registrasi BK 77 HD. Saat ditemukan, jenazah tersebut sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia antara 12 hingga 20 jam sebelum jasadnya ditemukan. Hasil pemeriksaan forensik menegaskan, “Karena sudah lewat meninggal, kaku, sudah lemas kembali, kemudian lembap, dan arah kepada pembusukan,” kata Kapolda Sumatra Utara, Minggu [2/12.

Suami Tidak Pernah Memiliki Musuh

Menurut cerita istri korban, Zuraida Hanum [41] tiga pekan sebelumnya kediaman mereka di Perumahan Royal Monaco Blok D No 22, Medan Johor, Sumatera Utara, pernah diteror oleh orang tidak dikenal [OTK].

“Waktu itu pagar pintu rumah kami sempat dirusak OTK diduga dengan cara menabrak menggunakan mobil,” kata Zuraida kepada wartawan di Suka Makmue, Nagan Raya, Sabtu 30 November 2019.

Akibat perusakan tersebut, pintu pagar di bagian rumahnya rusak parah sehingga tidak bisa dibuka sama sekali. Namun, pelaku yang diduga merusak pintu pagar rumah mereka kebetulan tidak terekam kamera pengawas [CCTV] karena saat itu sedang rusak.

Zuraida menyebut, selama ini sang suami tidak pernah memiliki musuh atau merasa diteror oleh pihak yang diduga tidak sedang dalam perkara yang ditangani oleh suaminya di Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara. *Itp-17

 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini