Kemkominfo Johnny G Plate, memberikan keterangan kepada wartawan. Foto Istimewa

Menkominfo: Pers jangan hanya menyampaikan yang benar ke masyarakat

Jakarta-Intipnews.com:Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika [Kemkominfo] Johnny G Plate memastikan pemerintah mendukung penuh kebebasan pers. Hanya saja, katanya, kebebasan pers juga mesti diikuti tanggung jawab menjaga kepentingan bangsa.

Apa bentuk konkretnya? Menurut Plate, yang pertama kali perlu didahulukan bukanlah informasi yang benar, tapi yang baik. “Kita perlu menyampaikan hal-hal yang benar kepada masyarakat. Pertanyaannya, apakah semua hal itu benar untuk sampai ke masyarakat?” kata Plate di Kuningan, Jakarta, Selasa 10 Desember 2019.

“Hal hal yang benar dan baiklah yang perlu ditransmisikan kepada masyarakat. Ini demi kepentingan masyarakat, demi kepentingan negara,” ungkap politikus Partai Nasdem ini. Dijelaskannya, kualitas informasi apa yang perlu kita transmisikan dan informasi seperti apa yang harus kita saring. Itu ada di pers, bukan yang lain.

Plate lantas menyinggung kerusuhan di Papua beberapa waktu yang lalu. Kemkominfo, katanya, “berada di barisan paling akhir. Anda [pers] di lapangan yang di depan, yang mengangkat kata peace.”

Dalam konteks tersebut pula Plate menyebutkan, saat ini pemerintah tengah berupaya memulihkan situasi pasca konflik. Karena itulah dia berharap pers bekerja sama dengan visi yang sama.

Informasi Keliru dan Tafsir yang Salah

“Kita mempunyai tugas sama-sama menjaga situasi kembali menjadi normal. itu terkait dengan HAM dan kebebasan pers.” Dalam kerusuhan di Papua itu, pemerintah mengatakan penyebabnya adalah hoaks.

Hal ini sempat dikatakan Tito Karnavian saat masih menjabat Kapolri. Masalahnya, ternyata produsen hoaks juga pemerintah, kata Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan [Kontras] Feri Kusuma, Selasa 10 Desember 2019.

Kemkominfo pernah menguji fakta cuitan Veronica Koman, pengacara publik yang ditetapkan sebagai tersangka provokasi dan hoaks Papua, mengenai pengepungan aparat dan ormas terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

Hasil uji fakta itu: Kemkominfo menyimpulkan cuitan Veronika sebagai ‘hoaks’. Dari hasil uji fakta Tirto, uji fakta Kemkominfo: Berisi kesimpulan yang mengandung informasi keliru dan mengarahkan tafsir informasi yang salah. * tid

  • Bagikan berita ini 

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini