Pemerintah Tiadakan Ibadah Haji 2021, Ini Alasannya

0
856
Pemerintah tiadakan ibadah haji 2021, ini alasannya. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Pemerintah tiadakan Ibadah calon haji tahun 2021. Demikian disampaikan Pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membatalkan keberangkatan ibadah calon haji.

Hal itu menurut Yaqut Cholil Qoumas, demi menjaga keselamatan jamaah Indonesia. “Karena masih pandemi dan demi keselamatan jamaah, memutuskan tahun ini kembali tidak memberangkatkan jamaah calon haji Indonesia,” kata Menteri Agama Yaqut pada konferensi pers, Kamis 3 Juni 2021.

Selain itu, alasan tidak memberangkatkan haji karena pihak Arab Saudi hingga saat ini tak kunjung membuka akses haji bagi jamaah luar negeri terutama Indonesia.

Dan keputusan pemerintah tiadakan keberangankan calon jamaah haji diambil setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti DPR RI, kementerian/lembaga, organisasi keagamaan, asosiasi travel, dan sejumlah unsur lainnya.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menag Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji.Dalam rapat dengan DPR pada beberapa waktu lalu, Yaqut menyebut Arab Saudi belum memberikan kepastian kuota jamaah haji.

Sementara, berdasarkan simulasi Tim Mitigasi Haji Kemenag, tenggat waktu persiapan penyelenggaraan haji telah melewati batas akhir. Namun, diketahui, Arab Saudi membuka akses masuk ke negaranya kepada 11 negara, tanpa menyebut Indonesia.

Paling penting, adalah alasan keamanan dan keselamatan karena pandemi Covid 19, menjadi salah satu keputusan menunda pemberangkatan haji. “Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. Apalagi tahun ini ada penyebaran varian baru Covid 19 yang berkembang di sejumlah negara,” tukas Yaqut Cholil.

Padahal menurut Yaqut, apabila kuota ibadah haji diberikan 30 persen atau 60.996 orang, maka tenggat waktu maksimal kepastian penetapan kuota harus pada 11 Mei dan pemberangkatan 27 Juni 2021.

Jika kuota 25 persen semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 14 Mei. Kuota 20 persen semestinya sudah mendapatkan kepastian kuota pada 17 Mei, 10 persen pada 25 Mei, lima persen pada 25 Mei 2021.

Menag juga menyampaikan waktu yang tersisa sampai dengan closing date bandara di Arab Saudi hanya tersisa kurang dari 50 hari atau sekitar 1,5 bulan.

  • Itp-17