Pemkab Sergai dan DPRD Setujui HET Gabah Menjadi Perda

5
Pemkab Sergai

Sei RampahIntipnews: Pemkab Sergai dan DPRD menyetujui Harga Eceran Tertinggi (HET) Gabah menjadi Peraturan Daerah (Perda) masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Segai tahun 2021-2026 melalui rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang RPJMD di gedung DPRD Pemkab Sergai, Selasa 10 Agustus 2021. 

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Serdang Bedagai (Sergai) Rasdiman Damanik hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD tanggal 9 Agustus 2021 HET gabah masuk dalam Perda Kabupaten Sergai.

“Tim gabungan menilai RPJMD 2021-2026 sudah sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada, serta mampu membangun Tanah Bertuah Negeri Beradat ke arah yang lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Rasdiaman.

Selain itu harga eceran tertinggi untuk gabah juga dinilai penting sebagai langkah melindungi hak konsumen dan produsen gabah bagi para petani.

“Dengan melihat SDA yang memiliki potensi kami nilai kebijakan ini sangat dibutuhkan untuk melindungi konsumen atas kenaikan beras dan produsen atau petani saat harga gabah rendah karena bencana,”jelasnya.

Selanjutnya kata Rasdiman Damanik, tim gabungan juga merekomendasikan  Ranperda ini segera dilapor ke Gubernur Sumatera Utara untuk mendapatkan evaluasi serta mendapatkan naskah persetujuan.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kepedulian dan dukungan yang diberikan anggota DPRD selama pembahasan.

“Kami ucapkan terimakasih untuk seluruh pihak yang mendukung, baik dari unsur legislatif maupun segenap komponen masyarakat yang memberikan perhatian atas Ranperda ini,”ucapnya.

Dikatakan lebih lanjut oleh Wabup, pembangunan pertanian juga dinilai mempunyai peran penting dalam rangka mewujudkan stabilitas nasional sehingga harus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Dalam rencana kerja pemerintah, ketahanan pangan termasuk salah satu prioritas mengingat jumlah penduduk kita yang terus meningkat dan harus dibarengi dengan kebutuhan pangan. Apalagi kabupaten ini merupakan salah satu lumbung beras di Sumatera Utara. Untuk itu pengalihan lahan persawahan harus diawasi secara ketat agar produksi beras tetap surplus,” katanya.

Wabup Sergai merinci angka sementara tahun 2020 produksi beras Sergai mencapai 246.282 ton dengan kebutuhan 77.169 ton sehingga daerah kita ini surplus atau swasembada beras sebanyak 169.113 ton. Dengan adanya surplus beras ini, maka Kabupaten Sergai tidak perlu mengimpor beras dari luar, bahkan kita dapat memasok beras ke daerah lain.

“Agar produksi beras dapat berkelanjutan dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, dibutuhkan kebijakan melindungi produsen padi atau petani. Selain itu juga  melindungi masyarakat dari lonjakan harga gabah saat musibah melanda. Dan kami menilai Ranperda HET gabah yang merupakan inisitif DPRD akan sangat membantu sehingga harus dijadikan sebagai Perda,”tandasnya.

Persetujuan Ranperda RPJMD Sergai 2021-2026 dan HET Gabah ditandai dengan penandatanganan naskah persetujuan bersama antara pimpinan DPRD dan Bupati Sergai.

Turut hadir Ketua DPRD Sergai dr Rizky Ramadhan Hasibuan beserta para anggota DPRD, Sekdakab Faisal Hasrimy, para Asisten dan OPD terkait. *