Pemko Gunungsitoli Larang Acara Nikah dan Liburkan Sekolah

15
Pemko Gunungsitoli
Pemko Gunungsitoli larang acara nikah dan liburkan sekolah

GunungsitoliIntipnews.com:Pemko Gunungsitoli, Sumatera Utara larang acara nikah dan liburkan sekolah akibat meningkatnya kasus warga terpapar Corona Virus Desiase [Covid19]. Pemerintah Kota Gunungsitoli kembali melarang pelaksanaan acara pernihahan yang menimbulkan kerumunan masyarakat, dan meliburkan sekolah tingkat Sekolah Dasar [SD] dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama [SLTP].

“Walau sangat berat, keputusan pelarangan pelaksanaan acara pesta pernikahan dan acara yang timbulkan kerumunan hingga tanggal 10 Agustus 2021 saya tandatangani hari ini,” ucap Walikota Lakhomizaro Zebua atas nama Pemko Gunungsitoli di ruang rapat, kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa 27 Juli 2021.

Walikota Gunungsitoli memberitahu, penerapan pelarangan kegiatan pesta pernikahan dan acara lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat dia lakukan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan [Prokes].

Menurutnya, awalnya dia yang berkeras dan tidak ingin memperpenjang pelarangan pesta pernikahan dan acara yang menimbulkan kerumunan yang telah berakhir pada tanggal. 21 Juli 2021 pada rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forkopimda].

Namun melihat rendahnya kesadaran masyrakat dalam menerapkan Prokes pada pesta pernikahan, maka dia meneken surat larangan pelaksanaan pernikahan mulai hari ini hingga tanggal 10 Agustus 2021.

“Beberapa hari yang lalu saya memghadiri pesta pernikahan, dan saya lihat kesadaran masyarakat dalam mengikuti Prokes sangat rendah, dan saya perkirakan kurang dari 25 persen yang mengikuti Prokes,” ungkapnya.

Sehingga demi keselamatan masyarakat, dia meneken surat larangan pelaksanaan pesta pernikahan dan acara lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan masyarakat hingga.tanggal 10 Agustus 2021.

Selain larangan acara pernikahan, dia juga telah meneken surat untuk meliburkan sekolah tingkat SD dan SLTP hingga tanggal 10 Agustus 2021.

“Saya telah meninjau sekolah-sekolah dan saya akui kesiapan guru guru disekolah dalam penerapan Prokes sudah memadai, tetapi setelah sekolah usai dan anak anak pulang yang tidak bisa diantisipasi,” terangnya. Tidak lupa dia memberitahu, pemberlakuan pelarangan tersebut setelah tanggal 10 Agustus 2021 akan ditinjau kembali.

Apabila kesadaran warga dalam menerapkan Prokes meningkat, maka pemberlakuan pelarangan pelaksanaan pesta pernikahan tidak diperpanjang, tetapi jika kesadaran warga masih kurang maka pelarangan pelaksanaan pesta pernihakan akan diperpanjang.

Laporan Irwanto Hulu