Pemko Medan Akan Revitalisasi Lapangan Merdeka

5
Pemko Medan akan Revitalisasi Lapangan Merdeka
Foto: Istimewa

MedanIntipnews: Pemko Medan akan merevitalisasi Lapangan Merdeka menjadi lokasi Cagar Budaya dan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Disamping itu akan diikuti dengan pembuatan kantong parkir bawah tanah yang akan menghubungkan antara Lapangan Merdeka, Kesawan, Stasiun Kereta Api dan Hotel Grand Aston City Walk. 

Sedangkan para tenant-tenant (pihak penyewa) yang selama ini berada di Merdeka Walk akan dipindahkan ke kawasan Kota Tua Kesawan. Langkah ini dilakukan Walikota Medan Bobby Nasution guna menata Kota Medan menjadi lebih baik.

Rencana revitalissi Lapangan Merdeka disampaikan Bobby Nasution saat memimpin Pemaparan Desain Revitalisasi Lapangan Merdeka di Balai Kota, Selasa (14/9). Didampingi Wakil Walikota Medan Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar, Bobby mengatakan, pemanfaatan Lapangan Merdeka menjadi Cagar Bbudaya dan RTH masuk ke dalam aspek yang dibutuhkan masyarakat. 

“Jadi, Lapangan Merdeka tidak hanya kita buat RTH untuk menampung segala kegiatan masyarakat di dalamnya, tetapi juga nantinya parkir bawah tanah.  Apalagi persoalan parkir selama ini menjadi masalah di seputaran kawasan Kesawan dan Lapangan Merdeka.

Untuk mengatasinya, Pemko Medan ingin membuat desain parkir bawah tanah yang akan menghubungkan Lapangan Merdeka dengan kawasan Kota Lama Kesawan, Stasiun Kereta Api dan Hotel Grand City Walk. Ini akan menjadi suatu kesatuan yang selaras dalam pembangunannya,” kata Bobby Nasution.

Guna mewujudkan hal tersebut, Bobby Nasution minta kepada anggota DPRD Sumut yang hadir Akbar Himawan Buchari dan Pemerintah Provinsi Sumut, untuk berkolaborasi bersama Pemko Medan dalam merevitalisasi Lapangan Merdeka menjadi RTH tersebut. Sebab, jelas Bobby, hal itu juga sejalan dengan keinginan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang ingin menjadikan Lapangan Merdekan sebagai kawasan RTH. 

“Kami meminta support dari DPRD Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumut untuk mewujudkan rencana revitalisasi tersebut. Semoga tahun depan bisa kita laksanakan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Bobby Nasution juga mengungkapkan, Wakil Walikota selaku Kepala Badan Kawasan Kota Lama juga sudah berkomunikasi dengan pihak pengelola Merdeka Walk, untuk membahas mengenai pemindahan tenant-tenant yang berada di Merdeka Walk.

Rencananya, jelas Bobby, para tenant akan direlokasikan ke tempat yang sudah ditentukan yakni kawasan Kota Lama Kesawan, demi terciptanya visi misi menjadikan Kota Medan menjadi lebih baik lagi.

Tak lupa dalam pemaparan tersebut, orang nomor satu di Pemko Medan itu menyampaikan apresiasi kepada Direktur Hartono Architecte Suhardi Hartanto yang telah mendesain revitalisasi Lapangan Merdeka tersebut. “Kita berharap agar desain yang sudah direncakanan ini dapat segera terwujud,” harapnya.

Anggota DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari sangat mengapresiasi langkah yang akan dilakukan Walikota untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka. Dikatakannya, DPRD Sumut siap berkolaborasi bersama Pemko Medan untuk membangun Kota Medan. 

DPRD Sumut saat ini, ungkapnya, tengah melakukan pembahasan RAPBD Sumut Tahun Anggaran 2022, ada bantuan keuangan provinsi ke daerah. Oleh karena itu, dirinya meminta Pemko Medan agar segera mengajukan proposal disertai surat pengantar dari Walikota agar bantuan keuangan provinsi ke Medan dapat dialokasikan mendukung revitalisasi Lapangan Merdeka tersebut. 

“Kami sangat mengapresiasi sekali dengan rencana Pak Walikota ini. Sebanyak 17 anggota DPRD Sumut yang dari Dapil Kota Medan, tentunya sangat bangga di bawah kepemimpinan Pak Wali dapat mewujudkan ini semua. Saya berharap, agar proposal dan rancangan rinci revitalisasi itu dapat diterima dalam sebulan ini,” ungkap Akbar.

Sebelumnya, Direktur Hartono Architecte Suhardi Hartanto menjelaskan, menata Lapangan Merdeka ini sebagai upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (UN SDGs). Dalam melakukan penataan, Suhardi mengatakan akan melakukan pendekatan desain secara infrastruktur yang digabung dengan arsitektur.

Adapun konsep yang diusung, jelasnya, yakni pelestarian ruang kota bersejarah dan konteks dinamika rancang kota (urban design) kontemporer. Artinya, selain menjadikan Lapangan Merdeka sebagai ruang publik terbuka, kawasan tersebut nantinya juga terdapat museum Kota Medan yang berada di basement dan Medan City Planning Gallery.

“Lapangan Merdeka nantinya juga dapat dijadikan sebagai ruang ekspresi/pernyataan visi pembangunan kota dengan mendukung pembangunan rendah karbon yakni sebagai kantong parkir bawah tanah dan transit transportasi publik (bersama stasiun kereta api). Disamping itu, Lapangan Merdeka juga sebagai katalisator penataan Kota Lama Kesawan Medan,” papar Suhardi. * Itp.04