Penyeprotan disinfektan jalan-jalan di Medan oleh mobil unit kebakara, menurut Pansus Covid 19 seperti tak ada gunanya. Foto Istimewa

“Dana penanganan Covid 19 Rp 500 Miliar, dikhawatirkan penggunaannya tak tepat sasaran. Perlu diawasi dan mengevaluasi kinerja para OPD gugus tugas…”

Medan-Intipnews.com:Penanganan Covid 19 di Kota Medan tidak efektif, mengakibatkan penambahan warga positif terinfeksi Covid 19 terus terjadi hingga saat ini. Demikian laporan Panitia Khusus [Pansus] Covid 19 DPRD Kota Medan di rapat paripurna, Senin 12 Oktober 2020.

Menurut Ketua Pansus Covid 19 Robi Barus, Badan Penanggulangan Bencana Kota Medan yang menyediakan bahan disinfektan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan penyemprotan, tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dalam laporan pansus yang dibentuk sejak Juli 2020, dipaparkan Robi beberapa poin menyangkut kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan [GTPP] Covid 19 Kota Medan, sejak pandemi Covid 19 di Kota Medan.

“Kurangnya koordinasi antara dinas P2K sebagai pelaksana penyemprotan, dengan badan penanggulangan bencana sebagai penyedia bahan disinfektan sehingga besar kemungkinan terdapat pemborosan,” ungkap Robi.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini