Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin. Foto Istimewa

Banjir jadi momok di Medan. Birokrasi ribet, pasar tradisional saat ini buruk, sampah, sungai tercemar, infrastruktur jalan penuh lubang. Premanisme menguasai lini ekonomi, penyaluran bansos masih jadi kendala tak bisa diterima masyarakat Medan…

Medan-Intipnews.com:Membaca hasil survey terbaru tentang kondisi Kota Medan, Pengamat Ekonomi Perkotaan, Benjamin Gunawan start talking [angkat bicara]. “Coba tanya saja langsung kepada masyarakat Medan, bagaimana keaadan di sekitar mereka,” ujar Benjamin kepada wartawan di Medan, Selasa 15 September 2020.

Benjamin pun menyoroti hal-hal yang tampaknya kecil di masyarakat, namun berefek besar terhadap penilaian kinerja Pemko Medan. Di antaranya, persoalan banjir yang tak teratasi hingga hari ini. Muaranya, hujan yang menyebabkan banjir berefek pada melemahnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Pasar tradisional yang dikelola Pemko Medan saat ini buruk, berbanding terbalik sekali yang dikelola swasta. Saya punya data, jika hujan turun di Medan, maka omset pedagang langsung turun drastis,” terangnya.

Tingkat kepuasaan warga Kota Medan terhadap kinerja dan pelayanan Pemko Medan sangat rendah, sebagaimana dilansir RMOL. Hal ini berdasarkan informasi dari Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu, didapati tingkat kepuasan masyarakat Kota Medan terhadap kinerja Pemko Medan sangat rendah, hanya 14%.

Ini artinya ada 86% responden yang tak puas dengan pelayanan Pemko Medan. Dalam sejumlah survey, kinerja Pemko Medan senantiasa mendapatkan nilai minus dari warga Medan. Ada dua survey yang belakangan mencuat ke permukaan. Pertama survey yang dikeluarkan Partai Gerindra.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini