Pengola Arang Tempurung, Berharap Bantuan Modal

0
73
Agus, pengkelola arang tempurung kelapa

Batu Bara-Intipnews.com:Dengan berpenghasilan Rp 40 ribu perhari, ayah satu anak ini harus rela kesehariannya bergelut dengan asap dan rela hitamnya arang membedaki bagian tubuhnya.

Agus [32] warga Dusun7, Desa Empat Negeri Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kabupaten  Batu Bara Sumatera Utara, hidup sehari- sebagai seorang pengola arang batok [tempurung] kelapa yang mengalami keterbatasan modal, dan menjadi kendala usahanya.

Saat ditemui di lokasi usahanya, Minggu 23 Februari 2020, Agus menceritakan proses usaha arang yang dilakoni sejak tujuh bulan terakhir. Untuk sampai menjadi arang memakan waktu satu minggu.

Dia harus keliling kampung terlebih dahulu untuk membeli tempurung kepada masyarakat. Selama satu minggu, ucapnya, hanya bisa membakar sekitar 1 ton tempurung yang dibeli dengan harga Rp 600 perkilogramm.

Selain biaya membeli tempurung ia juga harus mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp 200 ribu. Dari 1 ton tempurung yang dibakar Agus bisa menghasilkan 280- 300 kg arang dengan harga jual Rp 4.000 perkilo.

“Kalau dihitung-hitung aku hanya berpenghasilan Rp 40-50 ribu perhari. Bagaiman lagi, cukup ngak cukup ya dicukup-cukupilah,” ucap Agus.

Soal keterbatasan modal, Agus berharap  perhatian dari Pemerintah setempat. “Kalau aku punya modal sekitar Rp 1,5 juta maka diperkirakan akan  mendapatkan 2 ton tempurung per minggu, sehingga aku bisa berpenghasilan Rp 80 perhari,” tukas Agus.

* Laporan Muhamad Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini