Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan. Foto Istimewa

Polda Sumut sudah menetapkan 5 tersangka dugaan korupsi DBH PBB di Labusel dan Labura, yakni SL Kabid Pendapatan, MH Kepala Dinas Pendapatan di Labusel dan…

Medan-Intipnews.com:Kasus dugaan korupsi dana bagi hasil [DBH] Pajak Bumi dan Bangunan [PBB] yang terjadi di Labuhanbatu Utara [Labura] dan Labuhanbatu Selatan [Labusel], diduga melibatkan sejumlah kepala daerah di Sumut, kini penyidikannya di-intensifkan Polda Sumatera Utara [Poldasu].

Informasi dihimpun Intipnews.com, Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Nainggolan mengatakan Mingggu 1 November 2020 kepada wartawan, sebagaimana di-publish media massa, membenarkan penyidik Ditreskrimsus masih terus bekerja mengusut kasus dugaan penyimpangan DBH PBB di Labusel dan Labura, Sumatera Utara.

“Kasus korupsi di dua kabupaten itu sudah tahap penyidikan dan Poldasu juga telah menetapkan sejumlah tersangka,” ujarnya. Ditambahkannya, Poldasu masih terus mengembangkan penanganan kasus di dua kabupaten di wilayah pantai timur Sumatera Utara ini.

Sebelumnya, Polda Sumut menetapkan 5 tersangka dugaan korupsi DBH PBB di Labusel dan Labura, yakni SL Kabid Pendapatan, MH Kepala Dinas Pendapatan di Labusel pada 2016.

Kemudian AP Kabid Pendapatan pada 2013, 2014 dan 2015, AFL Kepala DPKD pada 2013 dan FID, Kepala DPKD pada 2014. Ketiga pejabat tersebut dari Kabupaten Labura. * Itp-17

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini