Pertumbuhan Ekonomi, Batu Bara Berikan Ekstra Perizinan

0
49
Bupati Zahir [tengah] didampingi Parlindungan Purba dan Investor Korea Kwanyoung KIM berfoto bersama

Batu Bara-Intipnews.com:Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara [Sumut], akan memberikan ekstra terhadap proses perizinan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi di daerah ini, karena Batu Bara merupakan projeck strategi nasional.

Itu diungkapkan Bupati Batu Bara Zahir ketika menerima kunjungan Investor Korea diwakili Direktur Green Teknology Partnership Initiave [GTPI] Indonesia, Kwanyoung KIM didampingi Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia [Apindo] Sumatera Utara Parlindungan Purba, di Rumah Dinas Bupati Desa Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka, Senin 16 Maret 2020.

H Zahir menyebutkan, prinsipnya kita bersyukur melalui Anggota DPR-RI periode 2004-2019 Parlindungan Purba membawa rekan-rekan calon investor yang punya niat bersama membantu pembangunan di Batu Bara ‘Tanah Bertuah’ ini.

“Makanya pemerintah harus bisa membuka diri terhadap para investor yang akan membangun projeck-projeck yang akan dibangun dan dikembangkan di Batu Bara” tegasnya.

Dikatakan Bupati Zahir, investor tidak akan mau membangun jika pemerintah tidak membuka diri terutama dalam memberi kemudahan dalam perizinan sebagaimana yang selalu disampaikan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo [Jokowi].

“Harap dibantu dan koordinasikan dengan lintas OPD terkait, kerjakan bersama, jangan dipersulit, bantu untuk kemudahannya” tandas Zahir ke pada OPD. Sementara Kwangyoung, menjelaskan nama projek menghasilkan biocng dari pome limbah pabrik CPO yang akan kerjasama dengan Green Technology Korea [GTKI] Initiave Indonesia dan BPPT.

Diungkapkan Parlindungan Purba, Batu Bara sebagai kawasan strategis nasional punya prospek cerah dan Apindo akan mengajak investor untuk berinvestasi di sini, sehingga tercipta lapangan kerja dan rakyat makmur.

Limbah yang menjadi perhatian di PKS adalah limbah cair atau yang lebih dikenal dengan [Palm Oil Mill Effluent [POME], ialah air buangan yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit utamanya berasal dari kondensat rebusan, air hidrosiklon, dan sludge separator, setiap ton TBS yang diolah akan terbentuk sekitar 0,6 hingga 1 m3 POME.

“POME kaya akan karbon organik dengan nilai COD lebih 40 g/L dan kandungan nitrogen sekitar 0,2 dan 0,5 g/L sebagai nitrogen ammonia dan total nitrogen” tutur Kwangyoung.

Masih Kwangyoung menyebutkan, gas alam terkompresi atau sienji Compressed Natural Gas, [CNG] adalah alternatif bahan bakar selain bensin atau solar, dan di Indonesia, kita mengenal CNG sebagai bahan bakar gas [BBG]. Parlindungan mengatakan,  Perusahaan Korea ini bergerak di bidang memperbaiki lingkungan hidup.

  • Laporan Joni Iskandar