PSU Bupati Labuhanbatu, Panas, Dingin, Siapa Unggul…

73
Erick Adtrada Ritonga & Andi Suhaimi Dalimunthe. Foto Istimewa

LabuhanbatuIntipnews.com:Pilkada Bupati Labuhanbatu, panas, dingin, siapa yang pasti Unggul? Menurut masyarakat Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, politik itu senantiasa dinamis, sulit untuk menentukan siapa yang unggul pada pemilihan suara ulang [PSU] di babak ke 2 ini.

Informasi dihimpun Intipnews.com, Minggu 6 Juni 2021, masyarakat merasakan suasana akan kembali panas yang sebelumnya sempat dingin setelah pleno KPU Labuhanbatu dan paripurna DPRD menetapkan pasangan calon Erick Adtrada Ritonga-Hj Ella Rosa Siregar [Era] sebagai pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Labuhanbatu.

Majelis hakim MK menyatakan itu batal, dan tidak sah keputusan KPU Labuhanbatu tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pasca putusan MK yang lalu. Mahkamah Konstitusi [MK] kembali memerintahkan pemungutan suara ulang [PSU] dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Labuhanbatu tahun 2020.

Perintah MK beberapa hari lalu tersebut cukup jelas terkait sengketa Pilkada, Komisi Pemilihan Umum [KPU] Labuhanbatu untuk melaksanakan PSU di tempat pemungutan suara [TPS] 007 dan 009, Kelurahan Bakaranbatu Kecamatan Rantau Selatan.

Putusan ini menurut majelis hakim konstitusi, karena menilai dalil pemohon yakni pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nomor Urut 3 Andi Suhaimi Dalimunthe dan Faizal Amri Siregar, terkait adanya pemilih yang menggunakan Kartu Keluarga [KK], beralasan menurut hukum.

Dekan FISIP UMSU, Arifin Saleh Siregar. Foto Istimewa

PSU babak 2 harus dilakukan dalam waktu paling lama 14 hari kerja sejak putusan MK. “Dan melaporkannya ke MK dalam waktu 7 hari kerja sejak selesainya pemungutan suara ulang,” ujarnya.

MK juga memerintahkan Kepolisian Resort Kabupaten Labuhanbatu beserta jajarannya untuk melakukan pengamanan proses PSU sesuai dengan kewenangannya.

“Konsentrasi publik Labuhanbatu akan kembali tersedot ke pencoblosan ulang ini. Meski hanya di 2 TPS, tapi aroma dan tensinya akan menjalar ke seluruh wilayah. Sebab ini penentuan siapa yang akan jadi bupati dan wakil bupati,” ungkap pengamat sosial dan politik, Arifin Saleh Siregar, Sabtu [5/6/21, sebagaimana dilansir RMOLSumut.

Meski akan berlangsung panas, namun Arifin mengatakan sebenarnya pelaksanaan PSU babak 2 ini akan menjadi hambar. Karena pencoblosan yang berulang-ulang membuat pemilu di Labuhanbatu menjadi terkesan bertele-tele dan menambah biaya. “Kesakralan atau wibawa pilkada itu pun jadi berkurang,” ujar Dekan FISIP UMSU, Arifin ini.

  • Itp-17