PN Gunungsitoli Gelar Sidang Pembunuhan Anak Mantan Ketua KPU

0
318

Gunungsitoli-Intipnews com:Pengadilan Negeri [PN] Gunungsitoli, Sumatera Utara menggelar sidang kasus pembunuhan [foto] anak mantan ketua Komisi Pemilihan Umum [KPU] Kabupaten Nias Utara Jimmi Harefa [17].

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Taufik Noor didampingi dua majelis digelar di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Senin 9 Maret 2020.

Pada sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Yudisthira, SH, saksi Juan Zebua mengaku sudah berteman dengan korban beberapa bulan sebelum kejadian.

Saksi dengan korban sering nongkrong bersama, bahkan saksi mengungkapkan jika beberapa hari sebelum korban tewas, korban masih membantu dia ketika dia dikeroyok karena berkelahi di sekolah.

“Kami sudah lama berteman dan sering nongkrong bareng, bahkan saya kerap tidur di rumahnya dan dia pernah membantu saya ketika dikeroyok,” ungkapnya.

Ketika menemukan korban, dia sebelumnya ingin mengajak korban nongkrong, tetapi melihat pintu rumah korban terbuka dia langsung masuk ke dalam kamar korban yang lampunya masih hidup.

“Ketika masuk ke kamar korban, saya lihat baju di lemari korban berhamburan keluar dan muka korban dipenuhi darah yang sudah mulai kering,” jelasnya.

Setelah mendengar keterangan saksi, ketua majelis menutup sidang dan mengumumkan sidang dilaksanakan Senin 16 Maret 2020 dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Orang tua korban Otorius Harefa yang ditemui usai sidang berharap semua dapat terungkap dalam sidang sehingga keadilan terhadap anaknya dapat ditegakkan. “Kita berharap semua terungkap pada sidang dan pelaku pembunuhan terhadap anak saya diberi hukuman yang seberat beratnya,” ucapnya.

Untuk diketahui, korban Jimmi Harefa ditemukan tewas pertama sekali oleh Juan Zebua di kediaman korban di jalan Pelita, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu 21 Agustus 2019 sekitar pukul 19.00 WIB.

Sesuai hasil visum Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, korban tewas akibat pukulan benda tumpul di kepala dan wajah. Tanggal 26 Agustus 2019 terdakwa BW dan masih berstatus mahasiswa berhasil ditangkap Polisi Resor Nias.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa martil yang digunakan menghabisi korban dan sejumlah barang barang milik korban.

  • Laporan Irwanto Hulu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini