Polisi Telah SP3 Kasus Ijazah Wakil Ketua DPRD Gunungsitoli

0
781

Gunungsitoli-Intipnews.com:Penyidik Polisi Resor Nias, Sumatera Utara telah menghentikan atau menerbitkan surat SP 3 kasus dugaan ijazah palsu Wakil Ketua DPRD Kota Gunungsitoli sejak tahun 2018.

“Hingga saat ini kasus masih SP3 dan belum dibuka, dan surat Ombusman RI yang diajukan pelapor kepada penyidik sesuai KUHAP bukan alat bukti dan tidak bisa membuka SP3,” terang Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan di graha Sanika Sathyawiada, Selasa 11 Februari 2020 [foto].

Didampingi Kasat Reskrim Iptu Martua Manik, Kapolres Nias memastikan kasus dugaan ijazah palsu wakil ketua DPRD Kota Gunungsitoli Herman Jaya Harefa, telah dihentikan atau SP3 sejak tahun 2018.

“Walau sudah di SP3, penyidik tetap terus bekerja, dan jika ada bukti baru kasus tersebut bisa dibuka kembali,” jelasnya di graha Sanika Sthyawada Polres Nias, Sumatera Utara, Selasa.

Di tempat yang sama, Kasat Reskrim Iptu Martua Manik menerangkan, saat pelapor mengajukan surat dari Ombusman RI sebagai bukti tambahan, Penyidik melakukan penyelidikan mendatangi Ombusman RI menanyakan keabsahan surat tersebut.

Ombusman RI mengakui surat tersebut diterbitkan sebagai pemberitahuan hasil koordinasi mereka ke Kementrian Agama Republik Indonesia dan bukan merupakan hasil audit.

“Kemudian fotocopi surat Ombusman RI kami bawa kepada Wassidik dan Kabagkum Polda, dan mereka menegaskan jika surat Ombusman RI tidak bisa jadi alat bukti membuka SP3 kasus dugaan ijazah palsu Herman Jaya Harefa,” ungkapnya.

Atas usul Wassidik Polda, kembali dilakukan gelar perkara di Polda Sumut dengan mengundang semua instansi terkait, tetapi yang hadir hanya dari STT Philadelphis, STT Sunsugos dan Suku Dinas.

Dalam gelar perkara tersebut, perwakilan suku dinas membawa bukti tentang legalitas ijazah paket C Herman Jaya Harefa dan menjelaskan ijazah paket C Herman Jaya Harefa tersebut sah.

Pihak STT Philadelphia dan STT Sunsugos juga membenarkan ijazah yang mereka keluarkan atas nama Herman Jaya Harefa adalah sah.

“Pada gelar perkara dijelaskan Herman Jaya Harefa kuliah di STT Philadelphia dan mendapat ijazah, tetapi karena di kampus tersebut tidak bisa ujian negara akibat bersifat lokal, maka Herman Jaya Harefa transfer ke STT Sunsugos,” terangnya.

Di STT Sunsugos tidak dilakukan perkuliahan, dan Herman Jaya Harefa hanya menumpang ujian negara sehingga ijazah Herman Jaya Harefa ada dua, yaitu ijazah dari STT Philadelphia dan STT Sunsugos.

“Pemeriksaan penyelidikan kasus ijazah Herman Jaya Harefa sudah dilakukan secara internal dan eksternal Polri, dan SP3 kasus tersebut belum bisa dibuka sejak di SP3 pada tanggal 30 Agustus 2018,” jelasnya.

* Laporan Irwanto Hulu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini