Polres Nias Tangkap Penganiaya Anak di Nias Utara yang Viral di Medsos

45
Polres Nias Tangkap

Nias UtaraIntipnews: Polres Nias, Sumatera Utara (Sumut) menangkap SZ alias Ama Misel (25) pelaku penganiayaan terhadap anak di bawah umur FB (12) yang videonya sempat viral di media sosial Facebook, Selasa 10 Agustus 2021.

“Pelaku SZ alias Ama Misel ditangkap di kampungnya di Dusun III, Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara,” ungkap Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Nias AKBP Wawan Iriawan melalui Paur Subbag Humas Polres Nias Aiptu Yanser Hulu, Kamis 12 Agustus 2021.

Paur Subbag Humas Polres Nias memberitahu, pelaku ditangkap karena video saat dia menganiaya korban Fb di rumah Arolida Telaumbanua alias Ama Farel di Dusun III, Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara sempat tersebar di media sosial dan jadi perhatian.

Sehingga tim dari Sat Reskrim dan Sat Res Intelkam Polres Nias atas perintah Kapolres Nias melakukan penyelidikan dan berhasil memgungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.

Sesuai hasil penyelidikan, penganiayaan terhadap korban terjadi di rumah Arolida Telaumbanua alias Ama Farel.di Dusun III, Desa Hilina’a, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Minggu 8 Agustus 2021 sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban dianiaya pelaku karena korban berkelahi dengan adik pelaku yang bernama Jordin Zebua, dan adik pelaku mengadu kepada pelaku sambil menangis.

Pelaku kemudian mendatangi korban yang sedang berada di dalam rumah Arolida Telaumbanua alias Ama Farel dan langsung menganiaya korban di depan pemilik rumah.

Arolida Telaumbanua alias Ama Farel yang melihat kejadian tersebut langsung menvideokan perlakuan pelaku terhadap korban sambil menghentikan aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban.

“Usai kejadian, pemilik rumah Arolida Telaumbanua alias Ama Farel membagikan video penganiayaan tersebut di media sosial dan menjadi viral sehingga Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” terangnya.

Aiptu Yanser Hulu juga menambahkan, pelaku yang masih ada hubungan saudara dengan korban telah ditetapkan tersangka dan ditahan di sel tahanan Polres Nias.

Karena melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan atau melakukan kekerasan fisik terhadap anak di bawah umur, pelaku dijerat pasal 44 ayat (1), ayat (2) dari Undang Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dan atau pasal 80 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang Undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. * Itp/aulia