Polrestabes Medan Sita Aset Bandar Narkoba ZH Rp 8 M, dan 20 Tahun Penjara

0
84
Terrsangka bandar Narkoba Medan, ZH harta dan uangnya disita senilai Rp8M, tercam 20 tahun penjara

Harta yang disita rumah di Jalan Flamboyan Medan, rumah di Jalan Setia Budi, rumah di Komplek Arcadis Regency, rumah Jalan Balai Desa Medan, rumah Jalan Starban, tanah kosong di Jalan Balai Desa Medan, dan 2 mobil…

Medan-Intipnews.com:Bandar narkoba di Kota Medan, ZH [47], dimiskinkan setelah aset miliknya senilai Rp 8 Miliar disita. Penyitaan dilakukan setelah Sat Narkoba Polrestabes Medan menerapkan Tindak Pidana Pencucian Uang [TPPU] terhadap bandar narkoba, ZH tersebut.

Dari bandar Narkob warga Jalan Pelaminan, Kecamatan Medan Tuntungan/Jalan T Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia itu, Polisi menyita seluruh aset benda bergerak, maupun tidak bergerak ditaksir mencapai Rp 8 miliar. Dan tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp10 Miliar.

Informasi dihimpun Intipnews.com, secara rinci aset yang diamankan menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir didampingi Kasat Narkoba AKBP Sugeng Riyadi, Kamis 19 Maret 2020) yaitu, rumah di Jalan Flamboyan Medan Selayang, rumah di Jalan Setia Budi Baru, Komplek Arcadis Regency Medan Helvetia.

Lalu, rumah di Jalan Balai Desa Medan Polonia, rumah di Jalan Starban Medan Polonia, tanah kosong di Jalan Balai Desa Medan, mobil nopol BK 1831 QH, dan mobil nopol BK 1691 OB.

Saat ini berkas kasus TPPU atas nama ZH dinyatakan telah lengkap [P21]. Sehingga tersangka dan barang buktinya akan diserahkan ke kejaksaan, untuk segera menjalani proses persidangan. “Di sini yang kita amankan ada 10 buku tabungan dari tersangka dan telah diblokir. Isinya sudah kosong,” jelas Johnny Eddizo.

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes juga menerangkan kalau pengeksekusian aset milik bandar narkoba ini merupakan kesuksesan pertama dalam pengungkapan TPPU kasus Narkoba di tingkat Polres di Sumatera Utara. Keberhasilan ini merupakan proses pengungkapan kolaborasi efektif dari Kejari Medan, PPATK dan penyedia jasa keuangan.

Sebelumnya, bandar narkoba ZH ini diciduk Timsus Polrestabes Medan pada 2018 lalu. “Proses pengungkapannya gotong royong hingga aset yang diduga hasil tindak pidana bisa dikumpulkan fakta-fakta yang dibuktikan dari fakta persidangan nantinya,” tukas Johnny.

“Ini merupakan kesuksesan pertama Sat Narkoba Polrestabes Medan mengungkap tindak pidana pencucian uang dan ini perlu kita apresiasi, karena pertama kali di wilayah Polda Sumut,” tuturJohnny Eddizon Isir.

Menurutnya tersangka ini merupakan bandar besar yang memasok narkoba di 4 wilayah basis di Medan, yaitu Kampung Sejahtera [Eks Kampung Kubur], Mangkubumi, Masjid Taufik dan Polonia. Sejak Januari 2018 Polrestabes Medan telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang [DPO] terhadap tersangka. Dia ditetapkan sebagai DPO usai petugas mengamankan istri dan supirnya dengan barang bukti 0,5 kg sabu.

  • Laporan Sofar Panjaitan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini