PPDB Medan Tak Seperti Sumut, DPRD Sudari: Semoga Lancar

72
PPDB Medan Tak Seperti
PPDB Medan Tak eperti Sumut, DPRD Sudari berharap Semoga Lancar

MedanIntipnews.com:PPDB Medan tak seperti Sumut, DPRD Sudari berharap semoga mengalir lancar. Demikian dikatakan wakil ketua komisi 2 DPRD Kota Medan, Sudari. Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru [PPDB] Kota Medan tahun 2021 kita harapkan dapat berlangsung lancar tanpa persoalan.

“Proses PPDB Kota Medan yang saat ini sedang berlangsung tidak bermasalah seperti PPDB Sumatera Utara [Sumut] untuk SMA yang sampai pihak penyelenggara dipanggil Ombudsman,”ujar Sudari ST saat memimpin rapat dengar pendapat [RDP].

RDP DPRD Medan bersama Dinas Pendidikan Kota Medan terkait pelaksanaan PPDB Kota Medan 2021, Selasa 22 Juni 2021berlangsung di ruang Komisi DPRD Kota Medan. Menurut Sudari kembali mengingatkan, apa yang terjadi pada pelaksanaan PPDB Sumut jangan sampai terjadi di PPDB Medan.

“Hingga memasuki hari kedua pelaksanaan PPDB ini, kami belum mendengar ada permasalahan. Mudah-mudahan ini dipertahankan hingga akhir masa pendaftaran,” ujar politisi PAN Kota Medan ini.

PPDB Medan 2021, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan mengatakan dimulai dari 21 Juni sampai 3 Juli. Pelaksanaan PPDB kali ini masih sama seperti tahun lalu melalui 4 jalur yakni jalur zonasi 50 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 15 persen dan mutasi 5 persen.

“Kita siap melaksanakan PPDB Online tahun ini. Dan hingga kini belum ada masalah seperti yang terjadi di PPDB SMA Sumut. Walaupun ada sedikit masalah sinyal lemot, tapi itu biasa karena ramainya yang menggunakan aplikasi PPDB SMP,” terang mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Medan ini.

Terkait pendaftaran, Adlan menyebutkan akan dilakukan serentak di keempat jalur tersebut, begitu juga dengan pengumuman hasil PPDB juga nanti diumumkan secara serentak di empat jalur pendaftaran. Adlan juga berharap di awal tahun ajaran baru ini sudah bisa dilakukan pembelajaran tatap muka, apalagi Walikota Medan saat ini sedang melakukan sosialisasi pembelajaran tatap muka.

Untuk hal itu Sudari mengingatkan agar pelaksanaan belajar tatap muka wajib menerapkan protokol kesehatan [Prokes] secara ketat, karena masih masa pandemi.

Itp-04