Presiden Umumkan Status PPKM Darurat, Begini Penjelasannya…

0
94
Presiden Umumkan
Presiden umumkan status PPKM Darurat, begini penjelasannya. Foto Istimewa

JakartaIntipnews.com:Presiden umumkan status PPKM darurat di Jawa dan Bali secara resmi pemerintah belum mencabut PPKM darurat yang berlaku sejak 3 Juli 2021. Di-publish media massa, Presiden Joko Widodo [Jokowi-foto] memang tidak secara eksplisit menyampaikan kebijakan PPKM Darurat diperpanjang.

Begitu juga sebaliknya, Jokowi tidak menyampaikan secara tegas pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat [PPKM] darurat akan dicabut, mengingat masa berlaku PPKM Darurat di Jawa dan Bali yang seharusnya berakhir pada 20 Juli 2021.

Presiden umumkan status PPKM darurat baru akan dibuka secara bertahap mulai 26 Juli 2021. Ini diucapkan setelah ia mengaku selalu memantau, memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM.

Pelonggaran PPKM Darurat mulai 26 Juli 2021 juga masih belum pasti terjadi, karena Jokowi menyebut syarat yang harus terpenuhi. “Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ungkap Presiden dalam pernyataan pers, Selasa [20/7/21] malam.

“Karena itu, jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap,” ujarnya dalam Pernyataan Presiden RI tentang Perkembangan Terkini PPKM Darurat di akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 20 Juli 2021.

Disebutkannya antaralain, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan [Prokes] ketat sampai dengan pukul 21.00. Dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Kemudian, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lain yang sejenis, diizinkan buka dengan Prokes ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh Pemerintah Daerah.

Selanjutnya, Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.