Ilustrasi. Istimewa

Kejari Labuhanbatu sedang melakukan pengumpulan data dan klarifikasi. Apabila diperlukan akan dilakukan pemanggilan, sebagai tindak lanjut laporan…

Labuhanbatu-Intipnews.com:Proyek pengangkutan dan pemeliharaan tanaman [PPT] di kebun unit usaha PTPN 3 wilayah Distrik Labuhanbatu [DLAB] 3, dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Negeri [Kejari] Labuhanbatu.

Laporan proyek PPT perusahan perkebunan ‘plat merah’ tersebut ke Kejari Labuhanbatu diduga terjadi kongkalikong. Menurut informasi, proyek PPT dan pengadaan pengangkutan buah tandan segar [TBS] di kebun DLAB-3 yang dimenangkan PT PDN dan PT VT, diduga terjadi persekongkolan berbau KKN, terindikasi merugikan keuangan negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Kumaedi, SH melalui Kepala Seksi Intelijen, Sahron Hasibuan, SH saat dikonfirmasi Minggu [23/8/2020] mengatakan, pihaknya sedang malakukan lidik terhadap pengaduan masyarakat tersebut.

“Saat ini Kejari Labuhanbatu sedang melakukan pengumpulan data dan klarifikasi. Bahkan, apabila diperlukan akan dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait sebagai bagian dari tindak lanjut dari laporan penngaduan masyarakat dimaksud,” ungkap Sahron melalui telepon.

Dijelaskannya, pihaknya perlu melakukan klarifikasi terhadap terlapor berinisial DR selaku penangungjawab perusahaan PT PDN dan ATM sebagai penanggungjawab PT VT, untuk pengumpulan bahan keterangan [Pulbaket] dan pengumpulan data [Puldata].

Selanjutkan dilakukan penyelidikan menindaklanjuti pengaduan yang masuk ke Kejari Labuhanbatu. “Perkembangannya nanti kami informasikan,” sebut Sahron. Sementara General Manager DLAB 3 Osutri Anwar saat dikonfirmasi via pesan whatsapp, sampai berita ini di-publish belum berkenan memberi jawaban.

* Laporan Anshari Tambak

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini