Raja-Ratu Belanda di Danau Toba

0
152
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti [tengah], berada di pinggiran Danau Toba, didampingi Menko Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata, Wisnutama dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Foto Istimewa

Bupati ingin artefak-artefak yang dibawa Belanda dikembalikan,  lalu Raja Belanda Willem-Alexander tertarik membangun museumnya di Samosir…

Toba-Intipnews.com:Raja Belanda Willem Alexander memakai setelan jas berwarna emas dan Ratu Maxima memakai dress berwarna peach bermotif bunga. Saat di Bukit Singgolom, Willem dan Maxima terkejut dengan keindahan Danau Toba.

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di kawasan wisata Danau Toba, Sumatera Utara Kamis 12 Maret 2020. Raja dan Ratu menggunakan maskapai penerbangan nasional, Citilink, tiba di Bandara Silangit dan menuju Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.

Raja dan Ratu Belanda didampingi Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata, Wisnutama dan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

“Di Bukit Singgolom hanya 15 menit. Kesan mereka begitu wonderful. Saya menemani raja dan ratu menjelaskan tentang Danau Toba,” kata Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba [BOPDT], Arie Prasetyo kepada wartawan.

Arie menjelaskan latar belakang sejarah soal tiga erupsi besar yang membentuk Danau Toba. Mulai dari erupsi 800 ribu tahun, 500 ribu hingga terakhir 74 ribu tahun lalu. “Sekarang pemerintah sedang giat membangun Danau Toba sebagai 10 Bali baru dan merupakan destinasi super prioritas di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo,” ungkapnya.

Danau Toba ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark [UGG]. “Kita berharap dari pihak Belanda merespon soal investasi, paling tidak melakukan join promotion membawa turis ke sini. Karena Danau Toba memang sangat menarik,” ujar Arie.

Willem dan Maxima menuju Desa Siambat Dalan, melihat Rumah Adat Batak berusia 400 tahun. Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, menilai kunjungan Raja Belanda ini akan memberikan banyak manfaat untuk Kabupaten Samosir.

“Akan banyak wartawan dalam negeri dan wartawan luar negeri yang meliput kunjungan Yang Mulia Raja Belanda Willem-Alexander ke Samosir sehingga dunia, khususnya negara-negara di Eropa, akan mengetahui dan mengenal Samosir,” ujarnya.

Rapidin mengatakan, Raja Belanda ke Samosir ingin melihat Samosir yang alami. Dia pun akan memanfaatkan kunjungan Kepala Negara Belanda itu dengan meminta mengembalikan artefak-artefak yang dibawa Belanda ketika Negeri Kincir Angin itu menjajah Indonesia.

“Ada artefak-artefak dari Samosir yang merupakan peninggalan sejarah yang dibawa ke Belanda pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Kami berupaya membawa pulang artefak-artefak itu,” ujarnya.

Rapidin berharap dengan dikembalikan artefak-artefak itu, maka Raja Belanda Willem-Alexander tertarik membangun museumnya di Samosir yang nantinya bisa dikunjungi wisatawan. *wac

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini