Rajudin Sagala: September Honor Bilal Mayit dan Penggali Kubur Diselesaikan

9
Rajudin Sagala
Rajudin Sagala. (Foto: Ist)

MedanIntipnews: Terkait tentang pencairan honor Bilal Mayit dan Penggali Kubur, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Rajudin Sagala meminta di bulan September segera diselesaikan. Demikian dikatakan Rajudin Sagala kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

“Hal ini  sudah kita konfirmasi dengan pak walikota. Data yang masuk sudah dicairkan, karena masih ada data yang belum lengkap, maka diberi waktu untuk dilengkapi. Dan batas waktu yang kita berikan sampai bulan September 2021,” kata Rajudin Sagala.

Tidak hanya pelayanan masyarakat seperi Bilal Mayit, Penggali Kubur, Guru Mengaji, tetapi untuk semua yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat sepertu Nazir Masjid, Imam Masjid, Ustaz, Ustazah, Katib Jumat, Guru Magrib Mengaji, Guru Sekolah Minggu, Penatua Gereja, Pengurus Gereja, Vihara, Klenteng, Kuil, Petugas Gereja Katolik, Guru Sekolah Budha, Guru Sekolah Hindu dan Guru Sekolah Konghuchu.

“Akhir bulan September semuanya. Masuk bulan Oktober kembali direkap dan awal bulan November dicairkan lagi, apa yang ada saja, karena sudah dikasi waktu,” jelasnya 

Rajudin Sagala juga menyebutkan, terjadinya keterlambatan pencairan honor tersebut terkendala administrasi, seperti nama tidak sesuai dengan direkening Bank dan paling banyak rekening bank yang sudah tidak aktif (mati).

Katanya, pihak Pemerintah Kota (Pemko) sudah melakukan pemberitahuan kembali tentang persoalan tersebut melalui pesan seluler dan banyak juga handphone tidak aktif. 

Sebelumnya, Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur se-Kota Medan menagih janji Walikota Medan Bobby Nasution, yang mengatakan akan memberikan honor kepada warga penyedia jasa pelayanan.

Ketua Paguyuban Bilal Mayit dan Penggali Kubur Kota Medan, Pusman menegaskan hingga saat ini mereka belum menerima honor dari Pemko Medan. Ia menuturkan, sejak beberapa waktu lalu sudah dilakukan pendataan oleh pihak Kecamatan dan Kelurahan.

“Hingga saat ini, honor kami belum dibayarkan. Sepertinya kami belum Merdeka di tengah pekik Kemerdekaan RI ke-76 ini,” ujar Pusman, Kamis (19/8/2021).

“Semestinya ada informasi soal kepastian honor ini dicairkan atau tidak, sehingga kami tidak menunggu-nunggu,” katanya lagi. **