Rakor Penyakit Demam Babi di Batu Bara

0
59
Foto bersama usai rapat koordinasi penanggulangan penyakit demam babi
“Virus itu ditemukan pada sosis dan daging asap, tidak dapat dimusnahkan dalam daging baik itu dengan pengawetan, pengasapan maupun pembekuan,…” ujar Emmy.

 

Batu Bara-Intipnews.com:Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Batu Bara, Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi [Rakor] penanggulangan penyakit demam babi Afrika atau African Swine Fever [ASF] yang menyebabkan kematian tinggi pada ternak babi, Senin 4 Februari 2020.

Rakor berlangsung di aula kantor Bupati di Lima Puluh, Batu Bara. “Kita berharap melalui rapat ini dapat memberikan pemahaman kepada stake holder dan masyarakat tentang virus ASF tersebut,” Kata Bupati Zahir melalui Kepala Dinas Peternakan [Distanak] Batu Bara, Emmy Oftini.

Lanjut Emmy, walau ASF belum masuk ke Indonesia, namun perlu waspada, sebab virus tersebut tahan dengan suhu panas maupun dingin dan sangat beresiko.

“Virus itu ditemukan pada sosis dan daging asap, tidak dapat dimusnahkan dalam daging baik itu dengan pengawetan, pengasapan maupun pembekuan” ujar Emmy.

Namun ungkap Emmy, ASF ini belum bersifat zoonosis yang menular ke manusia, tetapi berakibat fatal pada babi. Belum ada pengobatan dan vaksin untuk virus tersebut. “Virus ini mati jika babi terjangkit mati,” tandas Emmy.

Rakor tersebut juga membahas supaya virus yang dimaksud tidak berjangkit dengan cara pemusnahan [stamping out], pengetatan peredaran dan perdagangan babi hutan [daging celeng] dengan menyesuaikan kuota dan penyuluhan kepada masyarakat dan koordinasi lintas sektoral.

Masih dengan Emmy, akhir-akhir ini marak, banyak ternak babi mati yang diduga disebabkan oleh serangan virus hog cholera, merupakan penyakit yang tidak zoonosis [tidak dapat menular ke manusia atau sebaliknya].

Rakor turut dihadiri Kepala Balai Veteriner Medan Agustia, Camat se-Kabupaten Batu Bara serta Dinas terkait.

  •  Laporan Joni Iskandar 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini