RDP DPRD-PDAM, Air Kotor, Macet dan Rekening Melonjak

21
RDP DPRD-PDAM, Air Kotor
RDP DPRD-PDAM, air kotor, macet dan rekening melonjak. Foto bersama

MedanIntipnews.com:RDP-DPRD-PDAM, air PDAM kotor, macet dan rekening melonjak. Hal ini terungkap pada rapat dengar pendapat [RDP] PDAM Tirtanadi dengan komisi 3 DPRD Medan, Senin [14/6/21].

Selama ini, ujar wakil ketua komisi 3 DPRD Medan Abdul Rahman, warga Medan sangat mengeluhkan kualitas air PDAM Tirtanadi yang kotor, sering macet dan banyak yang mengeluh belum mendapat saluran air bersih. Ditambah pula dengan rekening air yang melonjak.

Direktur Utama [Dirut] perusahaan daerah air minum [PDAM] Tirtanadi, Sumatera Utara [Sumut], Kabir Bedi menyebut, untuk pemenuhan pelayanan maksimal seperti perbaikan kualitas air, dan keluhan kebutuhan, ditargetkan tahun 2023 dapat selesai.

Di momen tersebut, komisi 3 DPRD Medan meminta manajemen PDAM Tirtanadi dapat meningkatkan kinerjanya. Sehingga tuntutan masyarakat terkait kualitas air bersih dan pemenuhan pelanggan baru dapat segera direalisasikan.

RDP DPRD-PDAM, dipimpin wakil ketua komisi 3 Abdul Rahman Nasution didampingi kordinator komisi yang juga Wakil Ketua DPRD Medan Rajudim Sagala, bersama anggota komisi Edward Hutabarat, Netti Yuniati Siregar, Rudiawan Sitorus, Irwansyah, Siti Suciati dan Hendri Duin Sembiring.

Sementara pihak PDAM Tirtanadi yang hadir selain Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi, didamping Direktur Air Limbah Fauzan Nasution, Sekper Humarkar Ritonga, Muhri, Iskandar dan Rizky.

Abdul Rahman menyampaikan, PDAM Tirtanadi sebaiknya memprioritaskan pelayanan air bersih terhadap warga miskin. “PDAM Tirtanadi diharapkan dapat memberi kemudahan dan diskon biaya bagi warga miskin yang membutuhkan air bersih. Itu yang kami harapkan,” tukasnya.

Pada RDP tersebut, Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi memaparkan, penyebab pelayanan tidak maksimal, karena jumlah sumber air tidak mencukupi. “Kebutuhan untuk warga Medan sekitar 11.000 liter per detik, sementara kapasitas produksi hanya 7.200 liter per detik dengan jumlah pelanggan 503.000,” jelas Kabir.

Sedangkan masalah tagihan melonjak, disebabkan perubahan sistem pembacaan meteran dari manual ke aktual foto meter dan rumah. Itu pun, ungkap Kabir, kelebihan bayar [setelah melonjak] akan disesuaikan dan dipotong ke tagihan berikutnya hingga terjadi penyesuaian.

Dan saat ini, tutur Kabir Bedi, PDAM Tirtanadi membuat tempat pengaduan warga melalui Call Centre di 15922. “Hal itu untuk membantu percepatan pelayanan kepada masyarakat,” pesan Dirut PDAM Kabir Bedi.

  • * Itp-04