Gedung UIN Sumut, Foto Istimewa

Penetapan Rektor UIN dan 2 lainnya tersangka, berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan Negara, terkait pembangunan ruang kuliah terpadu mahasiswa,…

Medan-Intipnews.com:Reskrimsus Polda Sumatera Utara [Poldasu] menetapkan Rektor UIN Sumatera Utara [Sumut] inisial S, Pejabat Pembuat Komitmen UIN berinisial SS dan Direktur PT MKBP inisial JS sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu tahun ajaran 2018.

Poldasu belum menahan Rektor Universitas Islam Negeri [UIN] Sumut berinisial S dan dua orang lainnya berinisial SS dan JS, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu di universitas agama Islam tersebut.

“Tersangka belum ditahan, tapi sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, sebagaimana dilansir Antara, yang dikonfirmasi Rabu 2 September 2020.

Ilustrasi. Istimewa

Ia mengatakan penahanan terhadap para tersangka ini merupakan kewenangan penyidik. Namun kata dia, proses penyidikan kasus tersebut akan dilakukan sampai ke penuntut umum.

“Tentu tindak lanjut sudah ditetapkan tersangka kan kita ambil BAP. Soal tahan atau tidak ditahan itu tergantung pada penyidiknya, yang pasti proses penyidikan kasus ini akan kita lanjutkan sampai ke penuntut umum,” ujarnya.

Terpisah, Rektor UIN Sumut berinisial S yang dikonfirmasi wartawan hingga berita ini di-publish, belum memberikan keterangan apapun terkait kasus tersebut.

Penetapan ketiganya berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor: R-64/PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 senilai lebih dari Rp10 miliar. *Itp-04

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini