Ribut di Rumah Duka, Ayah dan Anak Aniaya Tetangga Hingga Tewas

0
239

Gunungsitoli-Intipnews.com:Karena melakukan keributan di rumah duka, Siuman Zebua alias Ama Teri tewas di aniaya di desa Lasarafiga, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Sabtu 22 Februari 2020.

“Pelaku penganiayaan ada enam orang, yang sudah kita tangkap tiga orang dan tiga orang lagi masih dalam pengejaran,” ucap Kapolres Nias Deni Kurniawan di Mapolres Nias, Selasa 10 Maret 2020 [foto].

Ketiga pelaku yang telah ditangkap adalah AZ alias AS [62] dan anaknya EPZ [19] serta anak saudaranya YTZ [22]. Sedangkan identitas ketiga pelaku yang masih buron tidak dapat dipublikasikan karena Polisi masih melakukan pengejaran.

“Kita beri apresiasi kepada kedua pelaku Eko Putra Zebua dan Tunus Top Zebua, karena mereka menyerahkan diri dengan diantar keluarga dan pengacara, Jumat,” terangnya. Dari Kapolres Nias diketahui, penganiayaan terhadap korban dilakukan karena korban membuat keributan di rumah pelaku AZ alias AS.

Dimana saat melakukan keributan, di rumah pelaku sedang ada kemalangan dimana istri AZ alias AS meninggal dunia. “Karena kesal korbab ribut, AZ alias AS langsung memerintahkan pemuda-pemuda yang berada di rumah duka untuk menghajar korban,” jelasnya.

Saat kejadian di kediaman AZ alias AS di dusun 1, Desa Lasarafaga, Kecamatan Mandrehe Barat, korban masih bernafas, tetapi setelah dibawa ke rumah korban meninggal dunia. Korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat kepalanya dipukul pakai kayu dan dianiaya beramai ramai.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 338 subsider pasal 170 yunto pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

  • Laporan Irwanto Hulu
  • Bagikan Berita Ini