RS Dikhawatirkan Tak Serius Tangani Limbah B3 Medis Covid 19, Awas…

9
Ritonga

MedanIntipnews.com:RS dikhawatirkan tak serius tangani limbah B3 medis Covid 19. “Awas, jangan jangan limbah medis Covid 19 dari RS ikut menyebarkan virus sehingga berdampak luas dan cepat penularan di Kota Medan,” tukas H Ihwan Ritonga kepada wartawan di Medan, Selasa [13/7/21].

Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga [foto] menyoroti penanganan limbah medis infeksius Covid 19 yang dilakukan seluruh rumah sakit [RS] di Kota Medan. Pihak RS dikhawatirkan tidak menangani limbah Covid 19 dengan benar [serius], sehingga menambah persoalan baru.

RS dikhawatirkan tak serius tangani limbah B3 medis Covid 19. Menurut Ihwan Ritonga, persoalan limbah Covid 19, yang termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun [B3] tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk tidak dibuang sembarangan.

“Pemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup harus menindaklanjuti surat edaran Gubsu terkait pengolahan Limbah Covid 19. Pemko Medan sebaiknya menelusuri penanganan limbah Covid 19 dan dipastikan jangan mencemari lingkungan,” tegas Ihwan Ritonga yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan ini.


RS dikhawatirkan tak serius tangani limbah B3 Medis Covid 19. Kepada aparat Kepolisian supaya ikut mengawasi dan menindak pihak RS, Puskesmas maupun Klinik yang terbukti tidak melakukan pengolahan limbah Covid 19 dengan benar. “Sekitar 1,5 tahun pandemi Covid 19 melanda Kota Medan, ke mana pihak RS membuang limbahnya. Ini perlu diselidiki,” tegas Ihwan Ritong

Padahal semua air limbah buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan penanganan Covid 19 harus melalui proses penghancuran dengan benar. Sebab, limbah infeksius merupakan limbah medis yang tergolong sampah B3.

“Untuk penguburan mayat terpapar Covid 19 saja dilakukan sesuai Prokes, apalagi limbah Covid 19 tentu harus ditangani dengan tata cara syarat teknis sesuai aturan,” tegasnya. Diketahui, limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi organisme pathogen dalam jumlah dan virulensi yang cukup rentan menularkan penyakit pada manusia.

Menurut Ritonga, limbah infeksius berupa masker bekas, sarung tangan bekas, perban bekas, tisu bekas, plastik bekas minuman dan makanan, kertas bekas makanan dan minuman, alat suntik bekas, set infus bekas, alat pelindung diri [APD] bekas, sisa makanan pasien dan lainnya.

Itp-04