Direktur RSUD Porsea dr Tihar Hasibuan MKes

“Kita sudah siapkan diri untuk berbenah menuju BULD, sehingga dapat mengelola keuangan RSUD Porsea yang mandiri dan profesional,…”

Tobasa-Intipnews.com:Rumah Sakit Umum Daerah [RSUD] Porsea dalam waktu dekat  berubah status, dari Unit Pelayanan Teknis [UPT] di bawah Dinas Kesehatan [Dinkes] Kabupaten Toba Samosir [Tobasa], Sumatera Utara, menjadi Pola Pengelolaan Keuangan  Badan Layanan Umum Daerah [PPK-BLUD] di awal 2020 nanti.

Peningkatan status RSUD menjadi PPK-BLUD merupakan keharusan setiap daerah, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

Hal itu diperkuat dengan Undang Undang nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit yang mengharuskan pemerintah daerah supaya manajemen rumah sakit menganut pola PPK BLUD. Demikian disampaikan Direktur RSUD Porsea dr Tihar Hasibuan MKes kepada Wartawan Media Online Intipnews.com, di kantornya Kamis 28 November 2019 petang.

Tihar mengatakan,peningkatan status menjadi PPK-BLUD, RSUD Porsea bisa mengatur sendiri pengelolaan keuangannya, mengacu pada regulasi aturan perundang undangan yang berlaku.

“Kita sangat menyambut program PPK-BLUD ini, di samping  menjadi keharusan untuk setiap RSUD supaya manajemen rumah sakit menganut pola PPK-BLUD. RSUD Porsea sendiri juga sudah berbenah diri untuk penerapan PPK BLUD ini,” tutur Tihar Hasibuan.

Di RSUD Porsea Telah Tersedia Berbagai Fasilitas

Tihar memastikan, dengan penerapan  PPK-BLUD  akan memberikan dampak yang besar khususnya dalam peningkatan pelayanan di RSUD Porsea. Namun Mantan Direktur RS HKBP Balige ini mengakui, meski diberi  keleluasaan dalam pengelolaan keuangan dan pendapatan bisa dapat digunakan secara langsung, bukan berarti pihaknya bisa semena-mena atau sesuka hati memakai uang rumahsakit tersebut.

“Semua pasti ada regulasi dan peraturan yang mengaturnya,” jelasnya. Untuk mendukung status PPK-BLUD tersebut, ungkap Tihar, pihaknya bersama 146 orang pegawai PNS beserta tenaga honorer berjumlah  104 orang telah siap untuk penerapan BLUD.

Selain tenaga medis, tukas  Tihar, di RSUD Porsea ini juga telah tersedia fasilitas lainya seperti rawat inap, Rotgen, IGD, Laboratorium dan sejumlah poli diantaranya poli penyakit dalam, poli anak, poli bedah, poli gigi, poli kebidanan, poli jantung, poli paru, poli saraf, poli THT dan poli mata.

“Yang jelas, kita sudah siapkan diri untuk berbenah menuju BULD, sehingga dapat mengelola keuangan RSUD Porsea yang mandiri dan profesional,” ungkapnya.

  • Laporan Manuala Tampubolon
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini