Rusdi Sinuraya dengan senang hati menjawab hal-hal yang menjadi pertanyaan pedagang

CATATAN RONI NELIATI TANJUNG

“Kalau ‘Medan Rumah Kita’, sesungguhnya  ‘Pasar Rumah Pedagang’. Harus kita rawat rumah ini, biar pembeli rajin datang ke sini, karena pasar tumbuh menjadi ramah, bersih dan nyaman,…”

Medan-Intipnews.com:Berkumpul, bersosialisasi dan bercerita tentang masa depan dengan masyarakat, kelihatannya sudah menjadi karakter [tabiat, sifat kejiwaan, akhlak] dari Rusdi Sinuraya yang saat ini dikenal Direktur Utama [Dirut] Perusahan Daerah [PD] Pasar Kota Medan.

Selalu ada saja yang digagasnya untuk dapat melaksanakan bakat dari karakternya itu. Setiap hari Jumat selain shalat Jumat pastinya, Rusdi Sinuraya mengikuti ‘Jumat Mengaji’ di kantornya di Medan Petisah. Lalu turun ke pasar-pasar memantau ‘Jumat Bersih’ yang diciptakannya untuk kenyamanan pasar.

Tidak jarang  pula di ‘Jumat Bersih’ itu dia menyingsingkan lengan baju untuk turun dan ikut bersama pedagang melakukan pembersihan. Jumat 29 November 2019 misalnya, dia berada di pasar Bakti. Kehadirannya  mengecek langsung program yang sudah digagasnya.

Kegiatan ‘Jumat Bersih’ kali ini terkonsentrasi melakukan pengorekan saluran drainase yang tumpat di lingkungan pasar agar air dapat mengalir kembali. Pengorekan dipimpin Kepala Cabang I Syafrizal Lubis dan Kepala Pasar Bakti Dicky Chandra, juga dihadiri Direktur Operasional PD Pasar Kota Medan Yhoni Anwar.

“Itu lo pak Dirut. Sengnya ada bocor dikit aja…

Selain melaksanakan pembersihan drainase, jajaran PD Pasar juga menata pasar dengan membongkar beberapa lapak pedagang yang berdiri di atas parit dan terlihat kumuh. Di antara jual beli cukup ramai, namun tidak menganggu pelaksanaan ‘Jumat Bersih’.

Rusdi membantu seorang ibu mengutip salaknya yang tumpah karena bungkusnya bocor

Rusdi Sinuraya ikut memungut sampah pada ‘Jumat Bersih’ tersebut. Bersama pedagang Dirut PD Pasar ini juga mengambil sampah yang baru saja dikorek [dikeluarkan] dari drainase. Seperti yang biasa dilakukannya sebagaimana karakternya, berikut dia pun blusukan ke dalam pasar untuk melihat dari dekat aktivitas pedagang.

Tidak sedikit pedagang yang menyapanya silih berganti. “Itu lo pak Dirut. Sengnya ada bocor dikit aja. Kalau hujan kena juga kami,” kata ibu pedagang lontong saat Rusdi mampir di kedai lontongnya. Diapun mengangguk-angguk kecil, mengerti dan segera menyelesaikan.

Pasar Terus Tumbuh Modern   

Saat mencicipi lontong, tiba-tiba muncul pula beberapa pedagang wanita lainnya mengerumuni Rusdi hanya untuk meminta berfoto. Rusdi pun meladeninya dengan riang gembira. Usai foto, kaum ibu itu ikut nimbrung berbincang-bincang dengan Rusdi.

Sambil berbincang Rusdi Sinuraya kembali mensosialisasikan hal-hal yang penting dijaga dan dipelihara agar pasar menjadi bersih, dan nyaman untuk bertransaksi.

“Saya mengatakan kepada pedagang, kalau ‘Medan Rumah Kita’, sesungguhnya ‘Pasar Rumah Pedagang’. Harus kita rawat rumah ini, biar pembeli rajin datang ke sini, karena pasar tumbuh menjadi ramah, bersih dan nyaman,…” ungkapnya dengan senyum.

Jadi bagi Rusdi Sinuraya, agenda ‘Jumat Mengaji’ untuk meneguhkan keimanan dan menumbuhkan budi pekerti, ‘Jumat Bersih’ menciptakan estetika dan kenyamanan pasar yang kelak terus tumbuh modern. Bravo.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini