Sakit Hati, 3 Tersangka Eksekusi Pemred Media Marsal, Ini Detailnya

0
264
Sakit Hati 3 Tersangka
Sakit hati, 3 tersangka eksekusi Pemred Media Marsel. Konfrensi pers.

SiantarIntipnews.com:Sakit Hati, 3 tersangka eksekusi Pemred Media Marsal. Sebagaimana di-publish media massa, Kapolda Sumatera Utara [Kapoldasu], Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengungkap dalam konferensi pers kasus eksekusi [pembunuhan] Marsal Harahap, Kamis [24/6/21].

Informasi dihimpun Intipnews.com, Jumat 25 Juni 2021, eksekusi Pemimpin Redaksi [Pemred], Marasalem alias Marsal Harahap [42] dengan dua tembakan, dan korban ditemukan dalam mobil tidak jauh dari rumahnya di Huta 7 Nagori Karang Anyer, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sakit Hati, 3 tersangka eksekusi Pemred Media Marsal Harahap, korban mengalami luka tembakan di paha kiri bagian atas mengenai pembuluh arteri yang menyebabkan pendarahan hebat. Sehingga korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Peristiwa tersebut, sempat membuat para wartawan dan organisasi profesi pers mengutuk tindakan pembunuhan keji ini. Wartawan dan organisasi profesi secara nasional meminta Poldasu secepatnya mengungkap perbuatan terkutuk itu.

Akhirnya Kapoldasu didampingi Pangdam I/BB dan Dirreskrimum Poldasu melakukan konferensi pers di markas Polres Pematangsiantar, Kamis [24/6] sore terkait 3 tersangka pelaku pembunuhan terhadap Marsal.

Disebutkannya, masing-masing pelaku, Yfp [31], S [57] dan A terkait menghilangkan nyawa wartawan, memiliki perannya dalam pembunuhan berencana. Tersangka S adalah pemilik Ferrari Bar dan Resto terindikasi sebagai dalang atau aktor intelektual yang menyuruh Yfp dan A untuk membunuh Marsal Harahap.

Tersangka Yfp, sebelumnya menjabat humas di Ferrari Bar dan Resto yang diangkat menjadi manager. Tersangka A seorang oknum anggota TNI sebagai pemantau posisi Marsal dan pelaku eksekusi.

Diterangkan Kapoldasu, sebelum terjadinya pembunuhan, korban Marsal diketahui meminta kepada tersangka S uang sebesar Rp12 Juta dan dua butir pil Extasi setiap malam sebagai syarat agar tidak lagi diberitakan.

Merasa kesal dan sakit hati atas perbuatan korban, S pun meminta bantuan Yfp dan A untuk melakukan pembunuhan. Lalu tersangka Yfp dan A pun dibekali 1 unit pistol pabrikan Amerika yang dibeli seharga Rp15 Juta. Berikut diungkapkan asal usul senjata api [Senpi] dan terkait salah seorang eksekutor inisial A.