Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Kembali Diperiksa KPK

0
55
Sekjen PDIP Hasto Kristianto. Foto Istimewa

Jakarta-Intipnews.com:Sekretaris Jenderal [Sekjen] PDIP Hasto Kristiyanto kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK]. Hasto diperiksa 2,5 jam sebagai saksi atas tersangka Wahyu Setiawan terkait kasus dugaan suap pergantian antar waktu [PAW] anggota DPR Harun Masiku.

“Sebagai warga negara yang baik, saya datang memenuhi panggilan undangan dari penyidik KPK untuk menjadi saksi,” katanya sebelum masuk ke Gedung KPK, Jakarta, Rabu 26 Februari 2020.

Ia menyebut memberikan kesaksian sepenuhnya kepada KPK dalam kasus ini. Sebelumnya, dia sudah diperiksa penyidik KPK pada 24 Januari lalu. Kini Hasto dicecar mengenai kasus dugaan suap penetapan anggota DPR Fraksi PDIP Harun Masiku melalui mekanisme PAW.

Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan ini mengaku dicecar 14 pertanyaan oleh tim penyidik lembaga antirasuah. “Ada sekitar 14 hal-hal yang harus saya beri keterangan tersebut.

Dia pun menyatakan siap dipanggil kapanpun oleh tim penyidik jika keterangannya masih dibutuhkan. Menurut Hasto, PDIP komitmen dalam menaati seluruh proses hukum yang berlaku.

Hasto yang diperiksa 2,5 jam itu, saat disinggung soal materi pemeriksaan, tak bersedia menjelaskan. Menurut Hasto, yang berhak mengumbar materi pemeriksaan adalah tim penyidik.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum [KPU] Wahyu Setiawan sebagai tersangka, terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Selain Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Adalah mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta. Dan Harun hingga kini masih buron.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun Masiku dalam PAW caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP menggantikan politisi meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta. *Itp-17