Kadis Sosial Tobasa dr Rajaivan Sinurat memberikan kata sambutan

Tobasa-Intipnews.com:Pemerintah Kabupaten Toba Samosir [Tobasa], Sumatera Utara melalui Dinas Sosial Tobasa, melaksanakan seminar di Gedung Sentra Pemuda dan Olahraga Soposurung Tobasa, Senin 2 Desember 2019 [foto].

Penyelenggaran Seminar ini memperingati AIDS Sedunia [HAS] yang diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahun. Seminar merupakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan serta pemberian nutrisi pada penderita HIV/ AIDS.

Bupati Tobasa diwakili  Asisten 1 Pemerintahan, Harapan Napitupulu membaca sambutan tertulis Bupati Tobasa, Darwin Siagian, mengharapkan agar pendekatan yang aktif dilakukan kepada masyarakat sehingga masalah HIV/ AIDS dapat diminimalisir.

Pemerintah katanya, menargetkan three zero pada tahun 2030 yakni tidak ada lagi penularan HIV/AIDS, tidak ada lagi kematian akibat HIV/AIDS, dan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada Orang dengan HIV/AIDS [ODHA]

“Jauhi konsumsi narkoba, gonta ganti pasangan, penggunaan jarum suntik bersama. Bagi kaum muda dan tua jangan coba coba menggunakan jenis apapun narkoba. Mari mencegah, mengendalikan bahkan menutup celah penyebaran HIV/AIDS,” pesan tertulis Bupati Tobasa.

Usai Seminar Dilanjutkan Pawai AIDS

Seminar ini diikuti  40 peserta yang tergolong penderita HIV/AIDS, juga melibatkan unsur Kepolisian Polres Tobasa diwakili Iptu Saudarman  Sinaga sebagai Kasat Binmas Polres Tobasa, Pimpinan RSUD Porsea dr Tihar Hasibuan, MKes.

Diketahui mulai tahun 2003 hingga tahun 2019 jumlah penderita HIV/AIDS di Tobasa yang masih hidup dan yang terdata sebanyak 220 Orang. “Kegiatan ini kerjasama antara RSU HKBP AIDS Ministry, RSUD Porsea, dengan Dinas Sosial. Harapan ke depan agar penularan dan penyebaran HIV/AIDS di Tobasa dapat diminimalisir,” sebut Ivan.

Selepas bimbingan dan penyuluhan, dilanjutkan pemberian nutrisi oleh Kadis Sosial Tobasa Rajaipan Sinurat, Asisten 1 Pemerintahan Harapan Napitupulu dan pihak panitia kepada utusan penderita HIV/AIDS secara simbolik kepada empat orang utusan penderita.

Usai seminar, Selasa 3 Desember 2019 dilanjutkan kampanye anti HIV/AIDS yang disemangati Kadis Sosial dr Rajaivan Sinurat MKes bersama peserta seminar. Seterusnya pawai AIDS ini dengan rute titik kumpul SMK Negeri 1 Balige sekitar pukul 09.00 WIB berjalan menuju Bundaran Kota Balige sepanjang 1,5 m.

  • Laporan Manuala Tampubolon
  • Bagikan berita ini

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini