Seminar Tinjau Hari Jadi Tebingtinggi 1 Juli

8
Seminar Tinjau Hari Jadi Tebingti
Seminar tinjau hari jadi Tebingtinggi 1 Juli. Foto bersama

TebingtinggiIntipnews.com:Seminar tinjau hari jadi Tebingtinggi 1 Juli. Pemko Tebingtinggi menggelar Seminar Sehari Peninjauan Hari Jadi Kota Tebingtinggi di Balai Kartini Baru. Kegiatan ini dilakukan untuk menyelidiki lebih dalam tentang keabsahan hari jadi Kota Tebingtinggi yang diperingati setiap tanggal 01 Juli.

Walikota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan, menyampaikan terima kasih kepada Universitas Sumatera Utara [USU] dan Unimed serta para Tetua Adat dan pegiat sejarah di Kota Tebingtinggi karena ikut ambil bagian dalam membahas hari jadi Kota Tebingtinggi.

“Kita merasa terhenyuk setiap tanggal 01 Juli kita memperingati hari jadi Kota Tebingtinggi, yang identik dengan Pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda. Karena pada saat tersebut [01 Juli] adalah Peresmian Gemeente Kota Tebing Tinggi oleh Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda,” ungkap walikota.

Seminar tinjau hari jadi Tebingtinggi 1 Juli, ujar Umar Zunaidi, hari ini kita membawa Peta Gemeente yang berasal dari Leiden [Perpustakaan Leiden, Belanda] yang dibawa oleh Poldasu, yang kebetulan sedang menyelesaikan permasalahan Heritage Kota Medan. “Kita patut berterima kasih kepada Poldasu karena membawakan arsip yang sangat penting bagi Kota Tebingtinggi ini,” jelas Wali Kota Umar, Selasa [29/6/21].

Bertemu Menteri Ceko

Peta Gemeente ini merupakan peta Tahun 1918. Hal ini menunjukkan Kota Tebingtinggi sudah ada dan sudah memiliki tata ruang. Inilah yang menjadi bukti Kota Tebing Tinggi memang sudah ada sebelum Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda datang. “Kita bukan mencari kesahalan tetapi untuk mencari suatu kebenaran. Dan tentunya kebenaran itu adalah memang ada dan dapat dibuktikan dengan ilmiah,” tutur walikota.

Selain itu, ditemukan juga situs sejarah seperti kuburan di belakang Masjid Raya Tebing tinggi [sekarang sudah dipindahkan ke TPU Kelurahan Durian] yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1808. Ini juga membuktikan Kota Tebingtinggi sudah terdapat kehidupan di zaman yang lalu, jauh sebelum 1917.

Seminar ini menghadirkan tim ahli berasal dari Fakultas Ilmu Budaya USU dan Unimed, Pemangku Adat Kerajaan Negeri Padang Djuanda, perwakilan Partuha Kaujana Siamalungun H Nikmat Saragih, Zuriat Datuk Bandur Kajum M Rizki Jamil, Zuriat Tebing Pangeran Muhammad Muhar, Tokoh Masyarakat Peduli Sejarah Abdul Khalik, M, serta pegiat-pegiat sejarah lainnya di Kota Tebingtinggi.

Itp-04