Sengketa Lahan di Batu Bara Tak Kunjung Selesai

249
Kanit Tipiter Polres Batu Batu Bara Ipda Bontor Desmon Sitorus didampingi Brigadir Nico P Aritonang, Aiptu SM Simamora bersama Aipda Rahmansyah Harahap saat dikonfirmasi awak media

Soal tanah ini sudah pernah dibawa kepersidangan di Pengadilan Kisaran dengan gugatan Perdata oleh pihak pelapor di PN Asahan dan ke PN Medan keputusan NO,…

Batu Bara-Intipnews.com:Sengketa lahan di Jalan Jenderal Sudirman Lingkungan 1 Kelurahan Pangkalan Dodek Baru Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, berbuntut panjang dan bagaikan tak kunjung selesai.

Informasi dihimpun Intipnews.com, hingga Minggu 2 Februari 2020, Muhammad Syaiful atas nama Masni pada tahun 2015 sudah melakukan gugatan terhadap Herman BD dan kawan-kawan di Pengadilan Kisaran Asahan dan melakukan banding ke Pengadilan Negeri [PN] Medan.

Karena tidak merasa puas dengan putusan gugatan secara perdata, Muhammad Syaiful kembali melaporkan ke Polres Batu Bara dengan gugatan pidana terhadap Herman BD dan kawan-kawan.

Atas laporan Muhammad Syaiful, Sabtu 1 Februari 2020 tim Satreskrim Polres Batu Bara kepada wartawan menyebutkan turun ke lokasi perkara. Kanit Tipiter Polres Batu Bara Ipda Bontor Desmon Sitorus didampingi Brigadir Nico P Aritonang, Aiptu SM Simamora bersama Aipda Rahmansyah Harahap mengatakan, putusan kedua pengadilan masih NO.

“Hari ini kami dari Satreskrim Polres Batu Bara melakukan pengecekan objek perkara, atas pelaporan dugaan tindak pidana menduduki lahan tanpa hak dan penyerobotan lahan,” kata Kanit Tipiter Polres Batu Batu Bara Ipda Bontor Desmon Sitorus.

Dilanjutkannya, pelapor Muhammad Syaiful dan terlapor Herman BD [65], Baharudin alias Atan UD [38] dan Kamarlan [57] yang berlokasi di Kelurahan Pangkalan Dodek Baru Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara.

Sesuai dengan surat yang diperoleh dibagi dengan 3 surat milik pelapor masing-masing luas yang berbeda dari 2.000 m³ sampai 6.000 m³. Ditanya wartawan, apakah persoalan tanah tersebut pernah disidangkan dipengadilan?

“Benar, tanah ini sudah pernah dibawa kepersidangan di Pengadilan Kisaran dengan gugatan Perdata oleh pihak pelapor di PN Asahan dan keputusan NO, artinya belum bisa ditentukan milik siapa sebenarnya. Begitu juga dengan keputusan pengadilan banding di Medan, keputusannya juga masih NO,” ungkap Ipda Bontor.