Tokoh muda Nahdlatul Ulama Prof Nadirsyah Hosen.. Foto Istimewa

Memang semua pasal di UU Ciptaker dapat digugat ke MK, sepanjang didalilkan bertentangan dengan UUD 1945. Perlu kerjasama semua pihak, akademisi, tokoh masyarakat, ormas, dan rakyat…

Jakarta-Intipnews.com:Tokoh muda Nahdlatul Ulama Prof Nadirsyah Hosen angkat bicara terkait dengan disahkannya UU Cipta Kerja [UU Ciptaker] beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers pada Jumat 9 Oktober 2020, merespons perkembangan protes dengan mempersilakan untuk mengajukan gugatan uji materi UU Ciptaker ke Mahkamah Konstitusi MK.

“Kami berpandangan narasi silakan menggugat ke MK itu pada satu sisi benar. Namun, jika tidak disikapi dengan hati-hati bisa mengundang kesalahpahaman dan ketidaksesuaian,” kata Prof Nadirsyah, yang akrab disapa Gus Nadir dalam keterangannya, Minggu 11 Oktober 2020.

Gus Nadir yang merupakan Rais Syuriah PCI-NU Australia itu mengingatkan, yang digugat ke MK itu harus jelas pasal yang dipermasalahkan. Kalaupun dikabulkan, maka yang akan dibatalkan MK hanya pasal yang digugat saja, sementara pasal yang lain aman.

Menurutnya, jika pasal yang digugat dan dibatalkan MK itu sangat krusial dalam UU Ciptaker maka ada peluang bagi MK untuk membatalkan UU Ciptaker secara keseluruhan. “Mengingat UU Ciptaker bicara tentang banyak bidang maka tampaknya tidak akan ada satu pasal pun yang sangat krusial yang dapat membatalkan UU Ciptaker,” kata dia.

Dia menjelaskan, artinya, narasi silakan gugat ke MK itu hanya terbatas pada pasal yang dianggap bermasalah saja. Ini membutuhkan usaha ekstra untuk menggugat UU Ciptaker per bidang dan per pasal. Ini perlu kerjasama semua pihak terkait [akademisi, tokoh masyarakat, ormas, dan rakyat] yang hendak melakukan uji materi ke MK.

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini